Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Milenial Dominasi Tambahan Jumlah Investor di Kota Malang

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Sabtu, 1 April 2023 | 01:00 WIB
APLIKASI : Instrumen tabungan emas lewat aplikasi menjadi pilihan milenial dalam diversifikasi investasi. (Darmono/Radar Malang)
APLIKASI : Instrumen tabungan emas lewat aplikasi menjadi pilihan milenial dalam diversifikasi investasi. (Darmono/Radar Malang)
 

MALANG KOTA - Minat anak muda Kota Malang dalam berinvestasi terbilang cukup tinggi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat pertumbuhan investor selama 2022 di Kota Malang mencapai 38 persen dibanding 2021. Kini jumlahnya 77. 864 investor.

”Meningkat pesat kalau dibanding tahun 2021 yang tercatat 56 ribu investor dengan total transaksi saham mencapai Rp 2,38 triliun,” ungkap Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri.

Dari 77 ribu lebih investor tersebut, Sugiarto menyebutkan 60 persen di antaranya merupakan usia muda. Yakni 17 hingga 30 tahun.

Itu menandakan literasi dan inklusi keuangan anak muda di Kota Malang sangat menggairahkan.

Peningkatan juga didukung kemudahan masyarakat dalam mengakses instrumen pasar modal dan perluasan kanal distribusi, terutama secara digital.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, OJK bekerja sama bersama Bursa Efek Indonesia (BEI), perguruan tinggi, dan perusahaan sekuritas mendirikan Galeri Investasi di kampus-kampus.
Baca Juga : Investasi Emas Mulai Digemari Generasi Milenial.

Menurut Sugiarto, saat ini sudah ada 14 galeri investasi di Malang. "Dari galeri tersebut, para mahasiswa dapat belajar investasi sekaligus langsung transaksi,” tuturnya.

Dari galeri investasi di perguruan tinggi, selanjutnya  akan muncul sub galeri di SMA-SMA. Sugiarto menilai investasi perlu dikenalkan kepada masyarakat sejak dini.

Sehingga, saat masuk dunia kerja, mereka sudah tahu bagaimana cara menyimpan uang yang benar.

”Jika uang hanya ditabung akan rugi karena terkena inflasi. Maka dari itu, pengetahuan mengenai investasi sangat diperlukan,” terangnya.

Sementara itu, peneliti senior Pusat Penelitian Kebijakan Ekonomi (PPKE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya Joko Budi Susanto mengatakan, ada beberapa hal yang mendorong anak muda terjun ke pasar modal.

Di antaranya, melek teknologi, literasi keuangan yang memadai, serta didukung mudahnya akses informasi. (Bersambung ke halaman selanjutnya)



”Sekarang, berinvestasi melalui berbagai aplikasi trading dan instrument investasi bisa dilakukan menggunakan smartphone. Kemudahan itu memberikan daya tarik tersendiri di kalangan anak muda,” tuturnya.

Fakta tersebut diperkuat data BEI yang menyebutkan 81 persen 81 persen investor baru di pasar modal pada 2022  merupakan generasi milenial. (dur/fat) Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
##malangkipa ##beritamalang #radarmalang ##wisatamalang ##kulinermalang ##jawaposradarmalang #malang ##mediaonlinemalang #kotamalang ##beritamalanghariini ##mahasiswamalang