Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Emas Dominasi Tebus Barang di Pegadaian selama Ramadan

Aditya Novrian • Minggu, 30 April 2023 | 17:05 WIB
KEBUTUHAN RAMADAN: Pegawai PT Pegadaian Cabang Malang melayani masyarakat yang ingin menggadaikan emas.(Darmono/Radar Malang)
KEBUTUHAN RAMADAN: Pegawai PT Pegadaian Cabang Malang melayani masyarakat yang ingin menggadaikan emas.(Darmono/Radar Malang)
MALANG KOTA - Tren tebus garang di Pegadaian mengalami peningkatan. Selama Ramadan, warga Kota Malang berbondong-bondong datang ke kantor Pegadaian untuk menebus sejumlah barang.

Tercatat emas dan perhiasan sejenis menjadi barang terbanyak yang ditebus. Jika dipersentase, ada kenaikan sebanyak 75 persen dibanding sebelum Ramadan.

”Analisis kami kebanyakan siklus jika warga yang sudah mendapatkan THR (tunjangan hari raya) pasti akan menebus sejumlah barang di Pegadaian,” kata Pimpinan PT Pegadaian Cabang Malang Imam Suhadi, kemarin.

Tak hanya itu saja, kebutuhan warga selama Ramadan diungkapkan Imam cukup banyak. Tak hanya kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder bahkan tersier pun ikut terdongkrak. Imam menyebut emas jadi barang yang ditebus karena sebagian warga ingin memakai saat Lebaran.

Dia mencatat selama sepekan terakhir masih ada sejumlah warga yang datang ke Pegadaian untuk menebus barang.

”Sejak seminggu ini minus (gadai) terus dan rata-rata menebus barang," ungkapnya.

Adanya peningkatan tebus barang tersebut mengakibatkan menurunnya potensi pendapatan Pegadaian. Imam menyebutkan pegadaian mendapatkan pendapatan salah satunya dari transaksi gadai.

Selama periode Lebaran ini, Imam menyebutkan setiap harinya transaksi tebus barang rata-rata sebesar Rp 300 juta. Meskipun begitu, masyarakat yang melakukan gadai barang tetap ada. Namun tetap kalah banyak dengan masyarakat yang melakukan tebus barang.

Selain emas, Pegadaian juga menerima gadai dan tebus barang dari kendaraan dan barang elektronik. Imam menambahkan mendekati tahun ajaran baru sekolah, tren gadai akan kembali meningkat.

”Karena kami memprediksi akan ada tren kebutuhan peralatan sekolah mulai diperlukan nanti,” ucap Imam.

Menanggapi hal itu, Pakar Ekonomi Universitas Brawijaya (UB) Joko Budi Santoso menyebut terdapat tren tebus barang karena sejumlah faktor. Salah satunya kenaikan pendapatan masyarakat menjelang Lebaran. Baik melalui pendapatan dari THR ataupun pendapatan reguler.

”Namun yang paling jelas kelihatan dari pencairan THR yang membuat masyarakat berani menebus barang," jelas dia.

Joko juga melihat tren keuangan selama Maret sampai pertengahan April peer to peer lending di Jawa Timur mengalami kenaikan. Sehingga tidak menutup kemungkinan sebagian masyarakat memperoleh sumber kredit dari perbankan atau lembaga permodalan untuk kredit.

Tren tebus barang di Pegadaian yang meningkat tentu jadi dampak positif. Sebab, nilai ekonomi suatu barang jadi lebih bernilai.

”Jika dipakai akan memiliki status ekonomi yang mapan oleh lingkungan sekitar maupun masyarakat di kampung halaman," tutupnya. (dur/adn) Editor : Aditya Novrian
#Emas #Info malang #Kota Malang #radar malang #Pegadaian