Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

6.037 Hektare Lahan Padi di Kabupaten Malang Mulai Panen

Ahmad Yani • Senin, 1 April 2024 | 20:30 WIB
GILING DI SAWAH: Sejumlah buruh tani dan petani memanen padi di areal persawahan di Kecamatan Gondanglegi kemarin.
GILING DI SAWAH: Sejumlah buruh tani dan petani memanen padi di areal persawahan di Kecamatan Gondanglegi kemarin.

KEPANJEN – Pasokan kebutuhan bahan pokok beras dipastikan kembali meningkat seiring datangnya musim panen. 

Sejak akhir Maret hingga awal April, diperkirakan 6.037 hektare lahan padi sudah bisa dipanen. 

Masuknya musim panen padi diharapkan bisa menstabilkan harga beras di pasar. 

Bila diestimasi dari satu hektare lahan petani bisa panen gabah 7 hingga 8 ton gabah, hasil panen yang bisa dicapai 42,2 hingga 48,2 ribu ton. 

“(Perkiraan hasil panen) masih stabil, cenderung sama dengan sebelumnya,” kata Kabid Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang Tri Darmawan. 

Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Petani Apel di Kota Batu Gagal Panen

Dari satu ton gabah kering yang diproses menjadi besar sekitar 6-6,5 kuintal. 

Sehingga diperkirakan beras yang dihasilkan bisa mencapai 27 ribu ton bahkan lebih. 

Menurut Tri, potensi produksi padi di Kabupaten Malang masih bisa digenjot lagi. 

Dengan cara mempercepat masa tanam. 

Sehingga lahan tak menganggur begitu lama. 

Biasanya, para petani menyemai benih di lahan pertanian. 

Sehingga butuh waktu menunggu, dan berdampak penambahan waktu tanam. 

Dia menyebut salah satu cara percepatan tanam adalah dengan semai di luar sawah. 

Ketika mendekati masa panen, petani harus bisa memperkirakan ketika padi sudah dipanen, dan lahan diolah, bibit yang disemai harus sudah bisa ditanam. 

Maka dari itu, semai bibit dilakukan di luar sawah. 

“Sudah ada yang menjual juga,” katanya. 

Untuk menyemai bibit membutuhkan waktu sekitar 20 harian. 

Dengan metode begitu, maka lahan sawah dapat dimanfaatkan secara maksimal, dan bisa empat kali tanam dalam setahun. 

Di Kabupaten Malang sediri rata-rata petani melakukan tiga kali tanam dalam setahun. 

Karena ada banyak faktor di lapangan yang menjadi kendala dalam peningkatan produksi. 

Mulai dari keberadaan SDM yang perlu regenerasi hingga harus ada peralihan budaya petani agar lebih cepat lakukan penanaman. (iza/nay)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kabupaten Malang #Panen #Padi