MALANG KOTA - Pertumbuhan tenant dalam pusat perbelanjaan atau mal di Kota Malang meningkat sejak 2023 lalu.
Mal di Malang yang kembali menjadi jujukan masyarakat untuk berbelanja berdampak pada lonjakan angka pengunjung, secara otomatis meningkatkan jumlah tenant.
Tenant-tenant baru di mal Kota Malang pun bermunculan.
Rata-rata keterpenuhan tenant di pusat-pusat perbelanjaan Kota Malang mencapai 70 persen.
Ketua APPBI Malang Suwanto menyebutkan, angka keterisian tersebut meningkat dibanding tahun 2023 yang masih di angka 50 persen.
Saat ini keterisian tenant di beberapa mal memang masih 60 persen.
Tapi ada juga yang mendekati 100 persen.
Baca Juga: Intalicious Project Buka Offline Store di MOG Malang
“Harapannya, tahun 2025 nanti bisa sampai 100 persen semua. Banyaknya merek-merek nasional yang mulai melirik mal di Kota Malang.,” tuturnya.
Dia menyebutkan, faktor pendukung yang memengaruhi brand nasional masuk adalah traffic kunjungan.
Sekitar 30 persen pengunjung mal merupakan wisatawan.
Sisanya masyarakat Kota Malang.
Dukungan lain berasal dari konsep mal yang menarik.
Sementara itu Mall Director Malang Town Square (Matos) Fifi Trisjanti menyebutkan, tahun ini kunjungan mal cukup bagus, didukung libur panjang pada awal tahun dan juga libur sekolah.
Pada momen weekend, jumlah pengunjung bisa mencapai 30 orang per hari.
”Itu meningkat empat kali lipat dibanding hari biasa,” ujarnya.
Dia menjelaskan, okupansi tenant di Matos saat ini mencapai 80 persen.
Banyak brand baru yang masuk dan meningkatkan keterisian.
Di antaranya KKV dan Playtopia.
Baca Juga: Ekspansi ke Malang, The Palace Buka Store di Matos
Untuk terus meningkatkan kunjungan mal, pihaknya bekerja sama dengan komunitas-komunitas anak muda dan memberikan mereka tempat gratis untuk tampil di Matos.
Seperti komunitas Jejepangan hingga dance. (dur/fat)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana