Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kuota Rumah Subsidi FLPP Sudah Habis, Masyarakat Diminta Menunggu Tahun Depan

Bayu Mulya Putra • Kamis, 22 Agustus 2024 | 01:00 WIB

KUOTA FLPP berkurang tahun ini, MBR diminta untuk menunggu tahun depan
KUOTA FLPP berkurang tahun ini, MBR diminta untuk menunggu tahun depan

MALANG KOTA – Memasuki bulan Agustus, kuota rumah subsidi dengan dukungan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dipastikan telah habis.

Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sudah tidak bisa melakukan akad kredit pada tahun ini.

Mereka harus menunggu kuota pada tahun depan.

Dari data Asosiasi Pengembang Perumahan Dan Permukiman (Apersi) Malang, diketahui ada 10 ribu rumah subsidi yang sudah terbangun dan belum disalurkan.

Ketua Apersi Malang Dony Ganatha menyebut, penyaluran rumah subsidi terpaksa menunggu tahun depan.

Baca Juga: Banyak Dibutuhkan Masyarakat, Apersi Malang Minta Kuota KPR FLPP Ditambah

Sementara usulan untuk menambah kuota FLPP belum direspons Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

”Kami berharap kuota ditambah tahun ini,” tuturnya.

Sebab, menurutnya, kuota FLPP 2024 secara nasional berjumlah 166 ribu unit rumah.

Itu terlalu sedikit dibanding kebutuhan rumah.

Sehingga, sejak awal Dony sudah menebak bila kuota FLPP pasti ludes sebelum akhir tahun.

Terlebih bila melihat penyaluran pada 2023 yang juga habis sebelum akhir tahun.

Padahal, kuota yang diberikan tahun lalu lebih banyak, berjumlah 229.000 unit rumah.

Dony menyebut, di Malang ada sekitar 1.000 rumah subsidi yang sudah tersalurkan.

Berkurangnya kuota FLPP tersebut tentu berdampak.

Terutama pada MBR yang bergantung pada program FLPP untuk dapat memiliki rumah.

”Masyarakat pembeli rumah melalui program FLPP ini menjadi tertunda untuk mendapatkan rumah. Padahal rata-rata itu merupakan rumah pertama yang sangat dibutuhkan,” terangnya. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Kuota FLPP #mbr #rumah subsidi