MALANG KOTA – Jumlah kafe di Kota Malang terus bertambah setiap tahunnya.
Banyaknya mahasiswa menjadi salah satu pertimbangan pengusaha untuk melirik bisnis kafe di Kota Malang.
Salah satu pengusaha kafe di Kota Malang Sivaraja mengakui bila pertumbuhan kafe di Kota Malang cukup pesat dalam lima tahun terakhir.
Saat dia membuka kafe pertamanya di Jalan Soekarno-Hatta pada 2011 lalu, masih belum banyak pesaing.
Saat ini, hampir seluruh kecamatan di Kota Malang sudah dipenuhi kafe-kafe baru.
Menurut Siva, Kota Malang memiliki potensi menjadi kota wisata kopi.
”Sekarang banyak wisatawan yang datang ke Malang untuk keliling ke kafe-kafe, mencicipi kopi,” kata Siva.
Beberapa faktor yang mendukung tren tersebut, kata Siva, yakni Malang merupakan penghasil kopi.
Lokasinya juga dekat dengan daerah penghasil kopi lain seperti Bondowoso dan Pasuruan.
Sehingga bahan baku cukup mudah didapatkan dengan harga yang bersaing.
Selain itu, di Malang juga terdapat pasar untuk segala jenis kopi.
Mulai kafe dengan harga murah, sedang, hingga premium.
”Bahkan kopi-kopi di depan pasar yang harganya masih Rp 5 ribu sampai kafe premium yang harganya Rp 30 ribu ke atas sama-sama ramai,” terang Siva.
Terpisah, Ketua Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Kota Malang Indra Setiyadi menyebut, kafe dengan harga menengah dan menengah ke bawah memiliki potensi paling besar.
Itu menyesuaikan dengan kantong mahasiswa, mengingat konsumen kafe terbesar merupakan mahasiswa.
Untuk dapat tetap bersaing, pengusaha kafe harus punya ciri khas tersendiri.
Mulai dari lokasi hingga menu yang ditawarkan.
”Seperti yang saat ini sedang tren yakni kafe dengan pemandangan alam,” kata dia.
Beranjak dari tren itu, pertumbuhan kafe cukup pesat di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dan Kota Batu. (dur/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana