PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengumumkan pengunduran diri tiga anggota direksi pada Jumat (6/12) . Tiga nama yang mengakhiri masa jabatannya adalah Viviek Agarwal sebagai Direktur Keuangan, Ainul Yaqin sebagai Direktur Personal Care, dan Hernie Raharja sebagai Direktur Pemasaran.
Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia, Padwestiana Kristanti, menyatakan bahwa pengunduran diri tersebut akan efektif setelah mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Januari 2025.
Dalam keterangan resminya, Padwestiana menjelaskan bahwa Viviek Agarwal dan Ainul Yaqin akan menempati posisi baru di tingkat manajemen global Unilever. Viviek akan menangani pengembangan portofolio bisnis untuk kawasan Asia Tenggara, sementara Ainul Yaqin akan berfokus pada transformasi pemasaran digital untuk personal care di pasar Asia.
Sementara itu, Hernie Raharja memilih untuk melanjutkan perjalanan kariernya di luar Unilever setelah mengabdi selama 27 tahun. "Ibu Hernie akan memulai babak baru dalam perjalanan karier profesionalnya setelah bertumbuh bersama Perseroan selama hampir tiga dekade," ujar Padwestiana.
Untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan, Unilever Indonesia mengajukan tiga calon direksi baru, yaitu Neeraj Lal, Vandani Suri, dan Alejandro Meinardo Santos Cocha. Ketiga nama ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB yang sama.
Selain pergantian direksi, Unilever Indonesia juga mengumumkan rencana menjual unit bisnis es krimnya kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia. Transaksi senilai Rp7 triliun ini mencakup berbagai aset, termasuk aset tetap sebesar Rp2,5 triliun, nilai buku bersih Rp1,9 triliun, dan persediaan senilai Rp172 miliar.
Padwestiana menjelaskan bahwa pada saat penandatanganan perjanjian pada 22 November 2024, Magnum Ice Cream masih memiliki hubungan afiliasi dengan Unilever Indonesia. Namun, saat transaksi selesai, hubungan tersebut akan berakhir.
Langkah ini, menurut Padwestiana, merupakan bagian dari strategi global Unilever untuk memisahkan bisnis es krimnya. "Penjualan ini memberikan kesempatan bagi Perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis es krim dan mengembalikannya kepada pemegang saham dalam jangka pendek," jelasnya.
Padwestiana menegaskan bahwa baik pengunduran diri direksi maupun penjualan bisnis es krim tidak akan memengaruhi operasional, hukum, maupun kondisi keuangan Unilever Indonesia secara keseluruhan.
(Silvia Supriyanti)
Editor : Aditya Novrian