RADAR MALANG - Presiden Komisaris BCA, Djohan Emir Setijoso, mengundurkan diri dari posisinya.
Hal tersebut disampaikan diumumkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada Selasa (17/12) kemarin.
Emir telah menyerahkan surat pengunduran diri dari posisi Presiden Komisaris BCA sehari sebelumnya.
Sekretaris Perusahaan BBCA, Raymon Yunarto, menyebut bahwa pengunduran diri Emir akan dibahas lagi dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 2025.
"Pengunduran diri tersebut akan disampaikan untuk memperoleh persetujuan," ucap Raymon dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Lebih lanjut, Raymon menegaskan mundurnya Emir dari posisinya ini tidak berdampak secara material terhadap berjalannya perusahaan.
Sebelum menjabat sebagai presiden komisaris, Emir pernah ditugaskan sebagai Presiden Direktur BCA.
Tepatnya pada 1999 hingga 2011.
Emir pun dikenal sebagai salah satu figur yang menyelamatkan BCA dari krisis moneter pada 1998.
Sebelum berkarier di BCA, ia pernah menjadi direktur Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Emir juga sempat menjabat sebagai Komisaris Utama Inter Pacific Bank.
Dilansir dari Tempo, BCA beserta entitas anak berhasil meraup laba bersih semester I 2024 sebanyak Rp 26,9 triliun.
Itu meningkat 11,1 persen secara year on year (yoy).
Pada semester I 2023, BCA meraih laba bersih sebesar Rp 24,19 triliun.
BCA pun mengalami peningkatan di kuartal III 2024 dalam performa buy now pay later (BNPL).
Itu dikonfirmasi Wakil Presiden Eksekutif bagian Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial (CSR) BCA Hera F. Haryn.
Menurut Hera, jumlah outstanding kredit Paylater BCA telah mencapai lebih dari Rp 300 miliar di kuartal tersebut.
Artinya, BCA dalam kategori tersebut mengalami kenaikan 169 persen secara year-to-date. (CLEMENS KRISTO BUDIUTOMO)
Editor : Aditya Novrian