Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Imlek 2025, Bisnis Pangan-Pariwisata Punya Potensi Bagus

Bayu Mulya Putra • Rabu, 29 Januari 2025 | 18:05 WIB
Linggarjanto Budi Oetomo. (DARMONO/ RADAR MALANG)
Linggarjanto Budi Oetomo. (DARMONO/ RADAR MALANG)

TAHUN ular kayu di prediksi menjadi momen yang tepat untuk merealisasikan setiap rencana yang sudah dirancang. 

Para pebisnis dari kalangan Tionghoa cukup menyadarinya. 

Seperti disampaikan Komisaris Optik Internasional Linggarjanto Budi Oetomo. 

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Wisata di Malang Raya untuk Libur Panjang Imlek 2025

Sejak awal, pria yang memulai bisnis kacamata pada 1972 tersebut memiliki visi besar untuk mengembangkan bisnisnya hingga ke seluruh Indonesia.

Berkat keberaniannya dalam mengambil langkah di setiap peluang, saat ini Optik Internasional memiliki lebih dari 200 toko yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. 

Memasuki Tahun Ular Kayu, Linggar menyebut banyak peluang yang dapat diambil. 

Baca Juga: Kampung Tambak Bayan Besolek Jelang Imlek

Namun tetap harus jeli dalam melihat peluang di tengah berbagai tantangan. 

Daya beli yang terus menurun menjadi salah satu tantangan para pengusaha. 

Bisnis kacamata menjadi salah satu sektor yang bisa terdampak. 

”Untuk itu kami harus jemput bola, tidak boleh hanya menunggu pembeli datang,” tuturnya. 

Selain dengan promosi di berbagai media, kerja sama dengan berbagai pihak juga terus dilakukan. 

Analisis terkait potensi pasar di berbagai daerah menjadi salah satu faktor pendukungnya. 

Yang tidak kalah penting yakni perbaikan pada sumber daya manusia (SDM). 

”Kami mengadakan training, pelatihan, dan seminar lanjutan karyawan. Sehingga sejak dulu karyawan menjadi pertimbangan penting bagi kami,” tutur pria berusia 72 tahun tersebut. 

Untuk memunculkan SDM yang kompeten, dia tetap mengutamakan kesejahteraan karyawan. 

Baca Juga: Yayasan Margo Utomo Malang Raya Bagikan 200 Angpao Imlek 2576

Fasilitas-fasilitas untuk karyawan, seperti jaminan kesehatan hingga jaminan ketenagakerjaan menjadi hal yang wajib dipenuhi.  

Di tengah-tengah tren penurunan angka konsumsi masyarakat, apa saja sektor yang punya potensi bagus? 

Linggar menyebut bisnis bahan pangan punya peluang lebih baik dibanding sandang. 

Baca Juga: BRI Pastikan Kemudahan dan Kenyamanan Transaksi Nasabah Selama Libur Isra Mikraj dan Imlek 2025

Selain itu, sektor pariwisata juga memiliki harapan besar pada tahun ini.  

Pria yang juga menjadi komisaris di beberapa hotel di Kota Malang dan Kota Batu tersebut mengatakan, wahana rekreasi tetap menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. 

Untuk Itu, bisnis penunjangnya seperti penginapan akan terdorong naik. 

Sutjipto Harsono
Sutjipto Harsono

Salah satu pemilik pabrik penyamakan kulit dan pebisnis di bidang pertanian Sutjipto Harsono juga mengatakan hal serupa. 

Menurut dia, tahun ini menjadi momen positif bagi pengusaha untuk memperluas bisnisnya.   

Salah satu contohnya dia melihat peluang pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. 

Dia melihat itu menjadi peluang besar bagi bisnis pangan. 

”Sektor pangan akan sangat diandalkan,” tuturnya. 

Selain itu, cuaca yang lebih baik dibanding tahun kemarin juga bisa mendukung bisnis pertanian, yang turut mendukung sektor pangan. 

Baca Juga: Jelang Imlek, Umat Konghucu Jalani Ritual Kimsin di Kelenteng Tjong Hok Kiong Sidoarjo

Tahun ular kayu tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan bisnis. 

Namun juga saat yang tepat untuk merealisasikan kegiatan sosial yang sudah direncanakan. 

Pria yang juga menjadi Ketua Umum Forum Komunikasi Warga Tionghoa Malang Raya (FKWTMR) tersebut mengatakan, sudah banyak rencana rencana kegiatan sosial yang akan digelar pada tahun ini.  

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Imlek, Kelenteng Eng An Kiong Malang Bersihkan Patung Dewa

Salah satunya kegiatan berbagi rutin pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri. 

Selain itu kegiatan-kegiatan kemanusiaan insidental lainnya juga sudah dipersiapkan. 

”Bulan depan akan mulai banyak direalisasikan,” kata dia.  

Banyak berbagi kepada masyarakat kurang mampu akan memberikan energi positif kepada semua orang. 

Untuk itu, dia terus aktif dalam berbagai forum kemanusiaan dan mengajak banyak orang untuk ikut berbagi.  

Harapannya, situasi ekonomi pada tahun ini akan lebih baik. 

Sehingga kegiatan bisnis maupun sosial dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. 

Yang terpenting, kata Sutjipto, harus lebih cermat dalam hal apapun. 

Terutama dalam mengatur pengeluaran. 

”Jangan terlalu boros dan lebih memperhitungkan pengeluaran,” tambahnya. (dur/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Tahun Ular kayu #Tionghoa #momen #Pebisnis #Imlek 2025