MALANG KOA - Jumlah investor pasar modal di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang terus meningkat.
Hingga Desember 2024, total Single Investor Identification (SID) mencapai 297.815.
Jumlah itu naik 13,23 persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 263.021 SID.
Kepala Kantor OJK Malang Biger Adzanna Maghribi menjelaskan, hampir seluruhnya atau 99,86 persen investor di Malang merupakan investor individu.
Dari jumlah itu, 34,68 persen di antaranya berdomisili di Kota Malang.
”Antusiasme investor ritel terhadap obligasi ritel negara masih cukup besar di tengah dinamisnya ekonomi domestik dan tingginya ketidakpastian global,” kata dia.
Antusiasme tersebut terlihat dari pening katan jumlah SID Surat Berharga Negara (SBN) yang melonjak 19,05 persen di banding periode yang sama tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, jumlah nasabah reksa dana juga mencatatkan pertumbuhan tinggi.
Mencapai 164,27 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut, kata Biger, menunjukkan minat warga Malang untuk berinvestasi tetap tinggi.
”Daerah dengan nilai pen jualan reksa dana tertinggi adalah Kota Malang dengan total transaksi sebesar Rp 296,53 miliar,” tutur dia.
Kedua, ditempati Kabupaten Malang senilai Rp 36,47 miliar.
Sementara rata-rata nilai transaksi saham mencapai Rp 3,9 miliar selama bulan Desember 2024.
Angka tersebut meningkat 34,25 persen secara year on year.
Sebab, rata-rata nilai investasi tahun sebelumnya berkisar Rp 2,9 miliar.
Sepanjang 2024, perkembangan Pasar Modal Indonesia tetap menunjukkan resiliensi nya.
Itu dapat dilihat dari tren positif pada berbagai indikator seperti stabilitas pasar, tingkat aktivitas perdagangan, jumlah penghimpunan dana, hingga peningkatan jumlah investor ritel dengan pesat. (dur/by)
Editor : A. Nugroho