Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bank Indonesia Malang Siapkan Rp 4,1 T Uang Baru

Fathoni Prakarsa Nanda • Kamis, 6 Maret 2025 | 18:10 WIB
TRADISI TAHUNAN: Warga antre menukarkan uang lama dengan uang baru di mobil kas keliling Bank Indonesia di Stadion Kanjuruhan kemarin (5/3).
TRADISI TAHUNAN: Warga antre menukarkan uang lama dengan uang baru di mobil kas keliling Bank Indonesia di Stadion Kanjuruhan kemarin (5/3).

MALANG KOTA – Bank Indonesia (BI) Malang membuka penukaran uang baru sejak kemarin (5/3).

Mereka menyiapkan Rp 4,123 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terbiasa menggunakan uang anyar saat merayakan Idul Fitri.

Bekerja sama dengan sejumlah bank, layanan tersebut tersebar di Wilker BI Malang, yakni di Malang Raya, Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo.

Kepala BI Malang Febrina menyebutkan, uang tunai yang disiapkan pada tahun ini lebih banyak 21 persen dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai Rp 3,716 triliun.

Uang pecahan besar yang di sediakan terdiri dari pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu sebanyak Rp 3,777 triliun.

Sedangkan uang pecahan kecil yang terdiri dari Rp 2 ribu hingga Rp 20 ribu sebesar Rp345 miliar.

Layanan penukaran uang baru itu dilaksanakan dalam tiga bentuk.

Yang pertama berupa kas keliling, dilaksanakan sejak 5 Maret sampai 13 Maret 2025.

”Untuk wilayah Malang Raya tersebar di 6 titik,” tuturnya. 

Ada juga layanan penukaran bersama perbankan.

Bentuknya, BI bekerja sama dengan bank bank di Kota Malang melaksanakan penukaran bersama di Bank Indonesia Malang pada 22 Maret 2025 dengan target penukar mencapai 1.000 orang.

Yang terakhir adalah layanan penukaran uang baru di loket perbankan mulai 24 Maret sampai 27 Maret 2025.

Layanan itu tersebar di 50 titik yang telah ditunjuk.

Seluruh proses penukaran, baik melalui layanan kas keliling, penukaran bersama perbankan, dan penukaran di loket perbankan, wajib melalui pemesanan di website Pintar.

Penukaran tidak dapat diwakilkan dan wajib membawa KTP serta bukti pemesanan. 

“Website Pintar mempermudah masyarakat untuk menentukan jadwal dan waktu penukaran sehingga diharapkan dapat mengurangi antrean fisik dan kepadatan di lokasi,” terangnya.

Website tersebut juga menjamin keadilan distribusi, memperluas aksesibilitas dan kemudahan bagi masyarakat, serta meningkatkan efisiensi dan ketepatan.

Sementara itu, animo masyarakat untuk mendapatkan uang baru sudah terlihat sejak kemarin.

Ratusan orang mengantre di dekat mobil penukaran yang disediakan Bank Indonesia (BI) di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen.

Mereka sudah mengantre sejak 10.30, meski jadwal penukaran uang dimulai pukul 11.00.

Itu pula yang dilakukan Nani Rahmania, warga asal Pasuruan.

Sejak awal Maret dia sudah memantau informasi penukaran uang dari media sosial.

Begitu pendaftaran dibuka pada Selasa (3/3) pukul 00.00, dia langsung mencari lokasi penukaran uang.

“Saya kebagian di Kabupaten Malang, karena tidak ke bagian di Probolinggo,” ucapnya kemarin (5/3).

Dia berangkat dari Pasuruan pada pukul 08.00 dan baru tiba di Stadion Kanjuruhan sekitar pukul 10.30.

Nani menukarkan uang sebanyak Rp 2,8 juta.

Dengan rincian satu paket pecahan Rp 20.000, dua paket peca han Rp 5.000, satu paket pecahan Rp 2.000, serta satu paket pecahan Rp 1.000.

Kasir Bank Indonesia Malang Heru Cahyono meny ebut, untuk sementara, penukaran uang di Kabupaten Malang hanya dibuka di Stadion Kanjuruhan.

Sedangkan penukaran pada hari-hari berikutnya dibuka di kabupaten atau kota lain.

Rencananya hari ini (6/3) dibuka di Alun Alun Kota Probolinggo.

“Kuota penukaran uang di Stadion Kanjuruhan dan Alun Alun Probolinggo itu sudah sold out,” ucap Heru.

Kuota penukaran uang baru yang disediakan memang kemarin memang hanya untuk 300 orang.

Masing-masing orang hanya boleh menukarkan maksimal Rp 4,3 juta.

Dengan rincian pecahan Rp 50.000 senilai Rp 1,5 juta, pecahan Rp 20.000 senilai Rp 500.000, pecahan Rp 10.000 dan Rp 5.000 yang masing-masing senilai Rp 1 juta, pecahan Rp 2.000 senilai Rp 200.000, serta pecahan Rp 1.000 senilai Rp 100.000.

“Kalau mau menukar di bawah Rp 4,3 juta boleh, misalnya tidak mengambil pecahan tertentu,” kata dia. (dur/yun/fat)

Editor : A. Nugroho
#bank indonesia malang #Penukaran uang baru 2025 #THR #uang baru #idul fitri #ramadan 1446 H