MALANG KOTA - Mandeknya subsidi motor listrik sejak akhir 2024 lalu membawa dampak. Angka penjualan diketahui masih lesu.
”Kami mencatat penurunan penjualan sampai 30 persen sejak subsidi dihentikan,” ujar Yulia, Manajer Store E Bike.
Dia memprediksi subsidi motor listrik tidak akan ada lagi. Karena itu, motor listrik yang kini jadi pilihan pelanggan mulai bergeser pada merek dan model yang lebih terjangkau. Saat ada subsidi, motor listrik Polytron Fox-R dan Smoot Tempur banyak diminati.
Itu karena performanya yang tinggi dengan harga relatif murah mulai belasan juta setelah subsidi. Namun saat subsidi hilang, harganya melonjak jadi Rp 20 juta sampai Rp 24 juta. Saat ini pelanggan lebih banyak memilih motor listrik Uwinfly yang harganya di angka Rp 9 juta sampai Rp 13 juta.
Di tempat lain, United E Motor juga mencatat penurunan angka penjualan. Khususnya di store yang ada di Kecamatan Sukun. Per bulan, mereka mencatat penjualan 10 sampai 20 unit.
”Padahal saat masih ada subsidi kami bisa menjual sampai 30 sampai 40 unit (per bulan),” ujar Irvani, Teknisi United E Motor.
Untuk menyiasati penurunan itu, United E Motor terus mendatangkan model-model baru. Diskon mulai 5 persen untuk unit baru dan 20 persen untuk unit lama juga disediakan. Seperti motor listrik United tipe C2000 yang kini sedang laris di pasaran.
Dari segi model, C2000 didesain menyerupai motor Vespa dengan gaya neo-klasik. Dengan harga Rp 25,9 juta, baterai yang digunakan memiliki kapasitas 3.800 watt dengan torsi maksimal 121 Nm.
”Jarak tempuhnya sudah mencapai 100 kilometer,” tambah Irvani.
Editor : A. Nugroho