Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bank Indonesia Buka Akses QRIS di China & Jepang, Liburan WNI Jadi Lebih Praktis

Aditya Novrian • Minggu, 25 Mei 2025 | 17:00 WIB

Ilustrasi. Bank Indonesia umumkan pembayaran digital via QRIS dapat dilakukan lintas negara. (freepik)
Ilustrasi. Bank Indonesia umumkan pembayaran digital via QRIS dapat dilakukan lintas negara. (freepik)

RADAR MALANG - Bank Indonesia (BI) mengumumkan, sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) lintas negara akan segera dapat digunakan oleh warga Indonesia di China dan Jepang.

Pengumuman ini disampaikan Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur BI di Jakarta, Rabu (21/5/2025).

Filianingsih menjelaskan, kerja sama pengembangan QRIS lintas negara dengan China menunjukkan kemajuan signifikan.

Baca Juga: Produksi Durian Merosot 12 Ribu Ton di Kabupaten Malang

Finalisasi pengaturan bisnis, teknis, dan operasional telah disepakati antara Union Pay International (China) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI).

Empat penyedia layanan switching nasional—PT Alto Network (Alto), PT Rintis Sejahtera (Rintis), PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin)—juga telah menandatangani kesepakatan dengan Union Pay International untuk pengembangan sistem dan uji coba sandbox.

Di sisi lain, kerja sama dengan Jepang telah mencapai kesepakatan teknis hingga tahap uji coba (sandbox) bersama otoritas sistem pembayaran Jepang sejak pertengahan Mei 2025.

Baca Juga: Bank Indonesia Rate Dipangkas, Kredit Makin Ringan

“Jika tidak ada kendala berarti, kami akan meluncurkan penggunaan QRIS outbound pada 17 Agustus mendatang. Dengan demikian, warga Indonesia yang berkunjung ke Jepang dapat melakukan pembayaran dengan memindai QR di sana,” jelas Filianingsih.

Selain China dan Jepang, BI juga tengah menjajaki kerja sama QRIS lintas negara dengan India, Arab Saudi, dan Korea Selatan.

Untuk India, proses koordinasi masih dalam tahap pembahasan teknis antara ASPI dan NPCI International.

Baca Juga: Genjot Penjualan Motor Listrik, Store United E Motor Berikan Banyak Diskon

Sementara di Korea Selatan, pembicaraan berlangsung di level industri bersama Korean Financial Telecommunication and Clearings Institute.

Adapun kerja sama dengan Arab Saudi didiskusikan bersama Otoritas Moneter serta Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, seiring dorongan penggunaan pembayaran digital untuk jemaah haji dan umrah dari Indonesia.

Saat ini, QRIS lintas negara telah dapat digunakan di Malaysia, Singapura, dan Thailand.

Filianingsih mengungkapkan, tantangan utama implementasi QRIS lintas negara terletak pada perbedaan struktur kelembagaan sistem pembayaran di masing-masing negara.

Tidak semua negara menempatkan otoritas pembayaran di bawah bank sentral seperti di Indonesia.

BI harus memahami struktur otoritas di negara mitra, menyesuaikan regulasi, dan menyelaraskan infrastruktur sebelum melanjutkan ke tahap kerja sama industri dan uji coba sandbox.

Baca Juga: 19 Pelaku Usaha Ramaikan UMKM Shopping Festival di Malang Town Square

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, pengembangan sistem pembayaran digital lintas negara berpegang pada tiga prinsip utama, yaitu kepentingan nasional, sinergi antarotoritas, dan dukungan pelaku industri.

Pendekatan ini tercermin dalam blueprint sistem pembayaran Indonesia, yang menjadikan kerja sama internasional sebagai bagian dari strategi nasional.

“Setelah sesuai kepentingan nasional dan kesepakatan industri, baru diberlakukan untuk semua pelaku industri,” ujar Perry.(NR)

Editor : Aditya Novrian
#bank indonesia #pembayaran digital #qris #China #Jepang