MALANG KOTA – Bisnis mobil bekas sedang tidak baik-baik saja. Penurunan daya beli masyarakat akibat ketidakpastian ekonomi global berdampak besar terhadap penjualan. Di Kota Malang, sejumlah diler melaporkan penurunan transaksi mulai 20 persen hingga 80 persen.
Mayoritas mobil yang terjual pun berada di kisaran harga di bawah Rp 100 juta. Salah satunya dirasakan diler Indoraya Mobil di Jalan Letjen Sutoyo, Kelurahan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing. Mereka mencatat penurunan penjualan hingga 80 persen sejak November 2024.
Jika sebelumnya bisa menjual hingga 10 unit per bulan, kini hanya mampu melepas satu hingga dua unit. ”Karena minat masyarakat turun, kami juga harus menyesuaikan harga,” ujar Tutik, admin Indoraya Mobil.
Ia mengaku bahkan terpaksa menjual beberapa unit di bawah harga kulak demi mempercepat perputaran barang. Mobil yang terlalu lama mengendap justru menambah beban karena harus tetap dibayarkan pajaknya. ”Ada mobil yang sudah tiga tahun belum terjual,” tambahnya.
Di diler tersebut, mobil dengan harga tertinggi hanya sekitar Rp 250 juta. Namun, sebagian besar konsumen datang mencari unit di bawah Rp 100 juta. Menurut Tutik, masyarakat kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang untuk kendaraan, yang dianggap sebagai barang tersier.
Nasib serupa dialami Karunia Auto Car di Jalan Sunandar Priyo Sudarmo, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing. Lidia, admin diler, menyebut penurunan penjualan mencapai 40 persen. Biasanya mereka mampu menjual empat hingga lima unit per bulan, kini hanya satu hingga dua unit saja.
”Mobil yang paling diminati tetap di bawah Rp 100 juta,” ujar Lidia. Namun, penjualan tertinggi tetap didominasi kelas menengah ke bawah.
Ia menambahkan, penjualan sempat naik pada Februari dan Maret menjelang Lebaran. Saat itu, mereka bisa menjual empat unit. Namun selepas Lebaran, penjualan kembali lesu. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho