TUMPANG – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Bumi Kanjuruhan banyak yang sukses membangun usaha. Salah satunya BUMDes Karya Muda Pandanajeng, Kecamatan Tumpang. Sejak 2024 lalu, badan usaha itu sudah memanen sekitar 500 kuintal nila dan 6 kuintal lele. Usaha perikanan tersebut dikelola oleh Kelompok Mina Subur Makmur.
Direktur BUMDes Karya Muda Pandanajeng Muhammad Amir Yusuf menyampaikan, pihaknya tidak kesulitan memasarkan ikan hasil panen. Selama ini mereka melayani berdasar pesanan, meski tidak menolak jika ada pembelian mendadak.
”Untuk pemasaran, kami juga bekerja sama dengan Poklahsar (Kelompok Pengolah dan Pemasar) yang berisi ibu-ibu,” kata Amir ditemui beberapa waktu lalu.
BUMDes tersebut mengembangkan 12 kolam. Dengan rincian, dua kolam besar berukuran 18x30 meter, tiga kolam sedang berukuran 12x10 meter, dan kolam kecil berukuran 5x10 meter.
Masing-masing kolam isinya bervariasi. Ada yang 25 ribu ekor nila, ada juga yang hanya 2.000 ikan nila. “Di sini ada tiga jenis ikan, yaitu nila, lele, dan tombro,” katanya. Jika ditotal, ada sekitar 66-67 ribu ekor ikan. Rinciana, 35 ribu bibit nila, 30 ribu bibit lele, dan 1.000-2.000 ekor tombro.
Tahun ini pihaknya menerima Rp 220 juta dari Dana Desa (DD). Dana tersebut dimanfaatkan untuk pertanian sebesar Rp 150 juta dan pengembangan perikanan Rp 70 juta. “Kami berencana mengembangkan toko ikan hias,” pungkasnya. (yun/dan).
Editor : A. Nugroho