MALANG KOTA – Penjualan eceran mulai menunjukkan tren pemulihan setelah sempat terkoreksi pada April lalu. Bank Indonesia (BI) Malang mencatat pertumbuhan penjualan eceran secara bulanan (month-to-month) mencapai 3,34 persen per Mei lalu.
Kenaikan itu didorong oleh melonjaknya penjualan di sejumlah kelompok komoditas strategis. Terutama sektor kendaraan bermotor, suku cadang dan aksesori, serta barang budaya dan rekreasi.
”Komoditas kendaraan tumbuh sebanyak 8,07 persen secara mtm,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Febrina. Dia menjelaskan, lonjakan tersebut tak lepas dari peningkatan penjualan mobil yang tercatat naik hingga 9,74 persen.
Febrina menyebut, penyaluran unit kendaraan baru yang sempat tertahan akibat inden mulai dikirim ke konsumen pada Mei. Itu menandai kembalinya aktivitas distribusi yang sempat tersendat jelang Lebaran.
Kinerja sektor otomotif juga ikut mengerek pertumbuhan penjualan suku cadang dan aksesori kendaraan. Komoditas ini tumbuh 6,71 persen mtm, meski sedikit melandai dibandingkan bulan sebelumnya di angka 7,93 persen.
”Subsektor yang paling berpengaruh adalah peningkatan servis kendaraan pasca mudik Lebaran,” imbuh Febrina. Permintaan terhadap jasa bengkel, oli, serta komponen pendukung lain turut mendongkrak transaksi eceran.
Tak hanya otomotif, sektor barang budaya dan rekreasi juga menunjukkan rebound signifikan. Setelah sempat terkontraksi tajam -30,46 persen pada April, sektor itu tumbuh 6,67 persen pada Mei.
”Paling banyak didukung subsektor barang kertas, karton, dan cetakan, yang meningkat sebesar 17,03 persen,” lanjutnya.
Menurut BI Malang, pertumbuhan penjualan itu mencerminkan mulai pulihnya permintaan rumah tangga setelah periode Lebaran. Dukungan distribusi logistik yang kembali normal pun menjadi katalis. Febrina optimistis tren positif itu akan berlanjut. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho