MALANG KOTA - Era baru hubungan perdagangan Amerika Serikat dan Indonesia sudah terbuka. Presiden AS Donald Trump, melalui media sosial Truth Social, menyebut kesepakatan tarif 19 persen untuk impor Indonesia ke AS telah disetujui. Sementara perdagangan AS ke Indonesia tidak dikenai tarif sama sekali.
Artinya, para peternak, petani, hingga nelayan AS akan memiliki akses lengkap dan total ke pasar Indonesia. Salah satu produk impor Amerika yang cukup besar di Kota Malang adalah kedelai. Harganya yang kini mencapai nilai terendah diperkirakan akan terus menurun.
”Logikanya, kalau tarif impor ditiadakan, otomatis harga semakin terjun,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi. Artinya, dengan dibebaskannya tarif impor kedelai dari Amerika, potensi harga kedelai di Kota Malang ikut menurun semakin besar. Itu memicu para produsen tempe semakin bersemangat.
Penurunan harga kedelai itu juga bisa memicu ukuran tempe di pasaran akan semakin membesar. Sebab, bahan baku semakin murah. Apalagi kemarin harga kedelai tercatat di angka terendah, yakni Rp 9,5 ribu per kilogram.
”Penurunan harga kedelai sudah terjadi sejak tiga bulan lalu,” ujar Ita, kasir Primkopti Bangkit Usaha. Sebelumnya harga kedelai berada di angka Rp 9,8 ribu per kilogram.
Koperasi yang bergerak di bidang pengadaan kedelai itu bisa menjual 4,5 ton sampai 5 ton kedelai per hari. Lokasinya yang berada di Jalan Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing sangat strategis karena dikelilingi para produsen tempe.
Dia memastikan bahwa fluktuasi harga kedelai tidak terlalu berpengaruh bagi distributor. Sebab, harga kulakan dan penjualan selalu mengikuti pasar. Peminat kedelai juga tetap tinggi.
Sementara itu, pihak yang paling gembira menyambut penurunan harga kedelai adalah para produsen tempe. Di Kota Malang, mayoritas mereka bertempat tinggal di Desa Wisata Kampung Sanan Tempe, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing.
”Kalau bahan baku semakin murah, kami bisa memproduksi tempe dengan kualitas baik dan ukuran yang memuaskan pelanggan,” kata Muji, salah satu pemilik rumah produksi tempe dan keripik tempe Bedjo Untung. (aff/fat)
Editor : A. Nugroho