Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sudah Punya Aset, Kopdes Merah Putih di Randugading Kecamatan Tajinan Mulai Beroperasi

Mahmudan • Jumat, 18 Juli 2025 | 16:15 WIB
UNIT USAHA: Seorang pegawai Toserba Omi Mart menata komoditas untuk dijual ke konsumen kemarin (17/7). Minimarket tersebut berada di bawah naungan Kopdes Merah Putih Randugading.
UNIT USAHA: Seorang pegawai Toserba Omi Mart menata komoditas untuk dijual ke konsumen kemarin (17/7). Minimarket tersebut berada di bawah naungan Kopdes Merah Putih Randugading.

TAJINAN – Meskipun belum diresmikan, sudah ada koperasi desa (kopdes) merah putih yang mulai beroperasi. Itu karena koperasi tersebut sebelumnya sudah memiliki aset, sehingga langsung tancap gas. Hal itu yang terjadi pada Kopdes Randugading, Kecamatan Tajinan.

Ketua Kopdes Merah Putih Randugading Crah Handayani menyampaikan, sebelum menjadi kopdes merah putih, koperasi tersebut merupakan koperasi wanita yang pendiriannya diinisiasi Gubernur Jawa Timur saat dijabat Soekarwo.

Begitu ada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan kopdeskel merah putih, pihaknya menggelar rapat anggota luar biasa. “Kemudian, dalam musyawarah desa khusus (musdessus) yang dihadiri seluruh anggota, semuanya setuju bergabung dengan kopdes merah putih,” ujarnya kemarin (17/7). Saat itu juga, dibentuk koperasi dan pengurusnya.

Sebagai kopdes merah putih, dia melanjutkan, harus ada enam unit usaha yang dikelola. Yakni kios pengadaan sembako, unit simpan pinjam, klinik kesehatan desa/kelurahan, apotek desa/kelurahan, pergudangan, dan sarana logistik. “Di koperasi kami, selain enam itu, ada juga unit penyaluran air bersih yang melayani 400 KK (kepala keluarga),” kata dia.

Dengan aset Rp 2,8 miliar, operasional kopdes sudah berjalan. Salah satunya toserba Omi Mart yang menyediakan sembako, alat tulis dan kantor (ATK), hingga kebutuhan sehari-hari. “Kami launching toserba tersebut pada 15 Juni lalu. Kami bekerja sama dengan indogrosir untuk penyediaan barang-barangnya. Selain itu, produk lokal dan UMKM juga bisa masuk di toserba kami,” imbuhnya.

Dengan berubah menjadi kopdes merah putih, anggotanya semakin meningkat. Dari yang sebelumnya 485 personel, tahun ini menjadi 609 personel. Sebab, para penerima bantuan sosial (bansos) seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) wajib bergabung menjadi anggota.

Dia menyebut ada keringanan bagi anggota prasejahtera. Jika anggota biasanya harus membayar simpanan wajib Rp 25 ribu atau Rp 50 ribu per orang, anggota prasejahtera cukup membayar Rp 10 ribu. Namun simpanan pokok tetap sama, yakni Rp 100 ribu yang dibayarkan satu kali. (yun/dan)

Editor : A. Nugroho
#kecamatan tajinan #beroprasi #Aset #malang #Kopdes Merah Putih