BULULAWANG - Pabrik Gula (PG) Kebonagung terus berupaya meningkatkan produksinya. Kali ini dengan meluncurkan dua varietas tebu unggulan. Yakni PSKA 095 dan PSKA 062. Peningkatan produksi untuk mewujudkan swasembada gula sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 40 Tahun 2023 tentang percepatan swasembada gula nasional dan penyediaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati (biofuel).
Direktur Utama PT Kebonagung Didid Taurisianto menyampaikan, swasembada gula tidak akan terwujud jika tidak dimulai dengan penyediaan bahan baku. Kecukupan bahan baku tidak bisa terwujud tanpa memperhatikan kualitas bibit tanaman.
“Oleh karena itu, kami konsisten dan berkomitmen untuk terus menciptakan varietas unggul baru,” ujar Didid di sela launching tebu varietas unggul PSKA 095 dan PSKA 062 serta gula kristal putih premium di Kantor Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PG Kebonagung, Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang kemarin (18/7).
Penyebaran varietas unggul menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pihaknya berharap kepada petani tebu untuk menyebarkan bibit unggul tersebut. Supaya dapat terus dikembangkan. Lebih lanjut, Peneliti Ahli Utama Pemuliaan Tebu Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Wiwit Budi Widyasari menyampaikan, varietas PSKA 095 berasal dari penyilangan antara dua tebu dengan karakteristik berbeda. Yakni tebu varietas PS 862 yang memiliki rasa manis tetapi tidak tahan penyakit disilangkan dengan tebu liar varietas IJ 76-370 yang memiliki ketahanan terhadap penyakit tetapi rasanya tidak manis.
“Begitu disilangkan, menjadi PSKA 095 yang memiliki perpaduan sifat kedua varietas tersebut,” ucapnya. Yakni memiliki rasa manis, sangat tahan blendok (penyakit karena bakteri), tahan luka api, serta rentan mosaik dan mosaik bergaris. Varietas tersebut juga dapat tumbuh dengan cepat.
Sedangkan varietas PSKA 062 berasal dari persilangan erros polycross. Varietas tersebut memiliki kecepatan tumbuh yang sedang dan termasuk tebu masak tengah sampai lambat. PSKA 062 juga sangat tahan blendok, agak tahan luka api, serta rentan mosaik dan mosaik bergaris.
Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat menambahkan, varietas unggul merupakan kunci dalam meningkatkan produktivitas gula. Terlebih di tengah kondisi pasar yang semakin kompleks. “Kami berharap, varietas ini bisa terus berkembang dan mudah-mudahan bisa menjadi pemicu swasembada gula,” kata dia.
Komisaris Utama PT Kebonagung Rosmaya Hadi menyebut, untuk menguatkan swasembada gula, varietas-varietas baru terus diluncurkan. Hal tersebut untuk meningkatkan produktivitas. “Ini juga sebagai bukti bahwa PG Kebonagung tidak hanya produsen, tetapi juga penggerak di industri gula,” pungkasnya. (yun/dan)