Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Cuaca Buruk Paksa Petani Tomat di Karangploso Panen Dini: Produksi Anjlok, Harga Merosot Tajam

Mahmudan • Minggu, 27 Juli 2025 | 18:36 WIB
AKIBAT CUACA: Seorang petani di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso menunjukkan tomat yang baru saja dipanen, Jumat lalu (25/7).
AKIBAT CUACA: Seorang petani di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso menunjukkan tomat yang baru saja dipanen, Jumat lalu (25/7).

KARANGPLOSO - Anomali cuaca mengakibatkan hasil panen tomat di wilayah Karangploso tidak optimal. Banyak tanaman diserang penyakit, sehingga terpaksa harus dipanen sebelum waktunya. Itulah yang dirasakan petani di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso.

Anton Pramono, salah satu petani menyebut bahwa cuaca buruk membuatnya kesulitan. “Kalau cuacanya seperti ini (anomali), kami sulit menanam tomat. Daun menguning dan pertumbuhannya terganggu. Kalau sudah kena penyakit, pemulihannya lebih sulit,” ujar Anton, Jumat (25/7).

Dia memiliki lahan seluas 1,5 hektare dan ditanami 10 ribu pohon tomat. Jika kondisinya normal, satu pohon menghasilkan sampai 3 kilogram. Namun karena cuaca tidak menentu, dia memilih panen terlebih dahulu. Supaya tanaman terhindar dari hama tikus. “Seharusnya belum waktunya panen, karena ada yang belum matang. Ini masih umur 63 hari, biasanya 70 hari baru panen. Sehingga petani yang biasanya bisa 10 peti, sekarang baru dapat 1 peti,” kata dia.

Selain faktor cuaca, dia mengatakan, penurunan harga juga membuat petani semakin tertekan. Harga tomat sempat tinggi dua pekan lalu, yakni Rp 20 ribu – Rp 23 ribu per kilogram. Namun kini turun jadi Rp 8 ribu sampai Rp 11 ribu, meskipun itu untuk kualitas super. Harga itu bisa terus turun sampai Rp 2 ribu – Rp 3 ribu per kilogram. “Kalau harga turun terus, biasanya kami juga panen cepat. Kadang panen ijo juga, daripada rugi,” imbuhnya.

Sementara jika cuaca sedang normal, perawatan tomat cukup mudah. Hanya dilakukan penyiraman setiap hari pada pagi atau sore. Kemudian diberi pupuk, baik kimia maupun organik per dua minggu sekali untuk meningkatkan kesuburan tanah. Tunas-tunas liar harus rutin dipangkas supaya energi tanaman fokus ke pertumbuhan buah. Pestisida atau insektisida juga diperlukan jika ada serangan hama seperti ulat, kutu daun, atau lalat buah. Untuk menghindari kebusukan, tanaman harus mendapatkan sirkulasi udara yang baik. (yun/dan) 

Editor : A. Nugroho
#karangploso #Petani tomat #malang #Cuaca