MALANG KOTA - Penjualan kendaraan roda sempat mengalami penurunan pada periode Januari hingga Mei lalu. Kini, meski angka penjualan belum sepenuhnya normal, bisnis otomotif mulai menggeliat. Sales Counter Hyundai Malang Lily menuturkan, biasanya porsi pembelian mobil dengan pembayaran tunai dan kredit adalah 50 banding 50.
Namun, kini penjualan mobil di tempatnya didominasi pembayaran tunai. Sebab pembeli yang hendak mengajukan kredit banyak ditolak oleh bank penyalur kredit. ”Bulan ini di tim saya tercatat ada lima orang yang mengajukan kredit mobil,” ujar Lily. Namun yang disetujui oleh bank penyalur hanya dua saja.
Sisanya masih tertahan di BI Checking. Sedikit banyak, itu memengaruhi penjualan karena tertahan izin kredit. Menurut wanita yang biasa berjaga di diler Hyundai Jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan Lowokwaru itu, banyak pembeli yang BI Checking-nya sudah merah. Itu membuat bank penyalur tidak berani memberikan kredit.
Sebab BI Checking merah menandakan pemiliknya sering bermasalah dalam urusan kredit. Lily sangat merasakan penurunan pembeli dengan kredit pada bulan Januari hingga Juni. Untungnya, daya beli masyarakat yang mulai pulih dan bisa mengerek pendapatan melalui pembayaran tunai.
”Bahkan pada bulan Juni lalu baru satu yang kredit,” paparnya. Rata-rata pembeli di dilernya memilih series Hyundai Stargazer. Dengan harga mulai Rp 270 juta. Untuk pengambilan kredit, rata-rata tenornya 4 sampai 5 tahun.
Di pihak lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mencatat baki kredit kendaraan sejak bulan Januari hingga Mei mengalami peningkatan. Sisa jumlah pinjaman yang masih terutang kepada lembaga keuangan tercatat di angka Rp 545,63 miliar.
Itu bisa diartikan dua hal. Yakni permintaan kredit kendaraan meningkat atau kedisiplinan debitur dalam membayar kredit yang menurun. ”Sementara kami juga mencatat ada peningkatan non performing loan (NPL) di bulan Mei,” ujar Kepala OJK Malang Farid Faletehan. Dibanding bulan April, risiko kredit secara keseluruhan meningkat hingga 2,84 persen. Meski masih dalam batas aman, peningkatan NPL itu bisa menjadi pemicu baki kredit kendaraan meningkat. (aff/by)
Editor : A. Nugroho