SUMAWE – Sejak Juli lalu, nelayan luar daerah mulai berdatangan ke Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Mereka hendak melaut lantaran sudah memasuki musim ikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring mengatakan, kondisi perikanan di kawasan Sendangbiru sedang baik. Salah satu indikatornya, banyak nelayan migran asal Sulawesi yang datang ke Sendangbiru untuk mencari ikan jumbo. “Nelayan dari luar sudah mulai berdatangan sejak mulai Juli lalu. Tangkapan ikan Tuna juga terlihat banyak di Tempat Pelelangan Ikan (TPI),” ujar Victor kemarin,
Dia memperkirakan, hasil tangkapan ikan nelayan pada semester 2 tahun ini akan meningkat. Berdasar data di TPI Pondokdadap, Sendangbiru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, hasil tangkapan ikan pada semester I berkisar 7.373,38 ton. Komoditas ikan-ikan besar seperti tuna madidahang terpantau sampai Juni mencapai angka 414,13 ton, sementara ikan tuna mata besar 176,45 ton.
Di sisi yang lain, Samsuri, salah satu nelayan mengeluhkan cuaca tidak bersahabat. Meski sudah memasuki musim ikan sejak Juli lalu, dia mengatakan, beberapa nelayan yang datang ke Sendangbiru terpaksa urung melaut. ”Banyak nelayan yang urung melaut karena angin dan ombak ganas,” keluh nelayan 62 tahun itu.
Dia mencontohkan ketika melaut pada 3 Agustus lalu. Melaut sejak pukul 03.00 sampai 07.00 hanya mendapat 25 kilogram ikan. Terdiri atas lemuru, cakalang, dan tongkol. “Hanya satu kantong kresek, buat balik modal saja ini. Langsung saya jual ke kios ikan nelayan,” kata pria kelahiran Jember yang menetap lama di Sendangbiru itu.
Satu kilogram ikan dibeli pedagang dengan harga Rp 22 ribu. Artinya, hari itu dia hanya mendapat uang Rp 550 ribu. Harga ikan per kilogram terbilang lebih baik daripada nelayan lain yang hanya dihargai Rp 20 ribu per kilogram. “Kalau musim begini ya (mencari ikan) di pinggiran saja,” kata dia. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho