MALANG KOTA – Pedagang di Pasar Gadang dibuat kelimpungan. Harga cabai rawit yang biasanya jadi ”penggugah selera” kini justru bikin pusing kepala. Satu kilogram cabai segar tembus Rp 60 ribu.
Bahkan cabai layu sekalipun masih dihargai Rp 45 ribu per kilogram. Di lapak Sunarni, tengkulak asal Karangploso, stok cabai rawit datang dari Poncokusumo dan Kota Batu. Namun jumlahnya makin seret. ”Musim tidak menentu, banyak cabai busuk sebelum dipanen. Petani gagal panen, jadi pasokan tipis,” tuturnya.
Kondisi itu membuat tengkulak saling berebut stok. Harga pun melonjak di hulu. Begitu sampai ke pedagang, beban biaya tak terhindarkan. Lidia, pedagang lainnya mengaku baru bisa menjual cabai dengan dua kelas harga.
”Yang bagus Rp 60 ribu per kilo, kalau yang layu Rp 45 ribu. Padahal dari tengkulak sudah mahal dan harus disortir lagi,” ujarnya.
Kenaikan harga kali ini bukan yang pertama. Awal September lalu, harga cabai juga sempat menguat hingga Rp 40 ribu per kilogram. Namun perlahan mereda dan kembali normal di kisaran Rp 31 ribu. Sayangnya, lonjakan kembali terjadi sejak Minggu (21/9).
Berbeda dengan Pasar Gadang, situasi di Pasar Mergan masih lebih tenang. Herlina Nia, pedagang cabai di sana, menyebut harganya bertahan Rp 34 ribu per kilogram. ”Masih normal karena saya pakai stok lama. Tapi kalau Gadang naik, biasanya Mergan ikut. Tinggal nunggu waktu saja,” katanya.
Para pedagang berharap kondisi cuaca bisa segera bersahabat. Jika hasil panen kembali normal, stok cabai diperkirakan berangsur pulih. ”Kalau pasokan lancar, harga biasanya cepat turun lagi. Semoga tidak lama-lama begini,” ucap Herlina.(aff/adn)
Editor : A. Nugroho