Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Perselingkuhan bagi Mental dan Hubungan, Ini Penjelasannya

K
Dampak Perselingkuhan bagi Mental dan Hubungan, Ini Penjelasannya (Source: Pexels/@RDNEStockProject)
Dampak Perselingkuhan bagi Mental dan Hubungan, Ini Penjelasannya (Source: Pexels/@RDNEStockProject)

Advertisement

 

MALANG, RADAR MALANG - Perselingkuhan yang dulu dianggap sebagai permasalahan pribadi, kini menjadi perbincangan publik di sosial media hingga berita nasional. Perselingkuhan sendiri bukan sekedar pelanggaran komitmen, tetapi krisis emosional yang merusak kesehatan mental, pondasi hubungan, bahkan luka jangka panjang. 

Simak penjelasan lebih panjang perihal dampak perselingkuhan!

Advertisement

 

 

Advertisement

  1. Dampak bagi Kesehatan Mental Korban

Untuk korban, perselingkuhan sering terasa seperti kehilangan realitas. Secara psikologis, kondisi ini dapat memicu gejala seperti Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), mudah marah, merasa panik berlebihan hingga rasa waspada berlebihan terhadap pasangan.  Kemudian depresi dan perasaan sedih yang berkepanjangan. 

Bahkan tidak jarang, korban mulai mempertanyakan nilai dirinya sendiri, dari merasa kurang menarik, tidak cukup baik, bahkan menyalahkan diri atas kejadian perselingkuhan. 

 

  1. Dampak pada Hubungan

Kecurigaan menjadi bayang-bayang yang sulit dihindari. Bahkan ketika pasangan mencoba memperbaiki keadaan, overthinking dan trust issue akan sering muncul. Dalam banyak kasus, hubungan berubah menjadi tidak sehat (toxic) karena emosi yang tidak stabil, pertengkaran berulang, hingga muncul sikap defensif atau agresif yang melelahkan.  

Tidak sedikit hubungan yang berakhir pada perpisahan atau perceraian karena kepercayaan yang sulit dipulihkan.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Tinggalkan Hustle Culture, Tren Soft Living Mulai Dilirik Generasi Muda demi Kesehatan Mental

Tinggalkan Hustle Culture, Tren Soft Living Mulai Dilirik Generasi Muda demi Kesehatan Mental

Banyak orang mulai menyadari bahaya burnout, yaitu kondisi kelelahan fisik dan mental secara ekstrem, sehingga memilih beralih dari hustle culture menuju soft living. 

Kenali Emotional Budgeting, Cara Mengatur Energi Sosial di Usia 20-an 

Kenali Emotional Budgeting, Cara Mengatur Energi Sosial di Usia 20-an 

Sering merasa lelah setelah terlalu banyak bersosialisasi? Emotional budgeting bisa menjadi cara untuk mengatur waktu, perhatian, dan energi emosional agar tetap seimbang tanpa harus menjauh dari orang lain.

Dokter RSSA Sebut Kondisi Sosial Bisa Memperparah Pasien dengan Keluhan Kesehatan Mental

Dokter RSSA Sebut Kondisi Sosial Bisa Memperparah Pasien dengan Keluhan Kesehatan Mental

Kondisi sosial seseorang cukup menentukan dalam proses penyembuhannya. Bila kurang tepat, kemungkinan buruk bisa terjadi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer