Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Puluhan Petani di Kabupaten Malang Dapat Pelatihan Penanganan Tembakau

Bayu Mulya Putra • Jumat, 24 Oktober 2025 | 17:14 WIB
BEKAL PENGETAHUAN: Tembakau yang dibawa perwakilan petani dicek pemateri untuk melihat kadar air dan kualitasnya.
BEKAL PENGETAHUAN: Tembakau yang dibawa perwakilan petani dicek pemateri untuk melihat kadar air dan kualitasnya.

KEPANJEN - Jumlah panen tembakau di Kabupaten Malang tergolong banyak. Yang masih menjadi problem yakni penyerapannya ke industri rokok lokal. Untuk mengurai masalah itu, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang menggelar pelatihan panen tembakau secara Good Manufacture Practice (GMP), kemarin (23/10).

Ada puluhan peserta yang hadir dalam pelatihan di Ballroom Hotel Grand Miami, Kepanjen tersebut. Mereka adalah perwakilan petani tembakau dari beberapa kecamatan se-Bumi Kanjuruhan. Mereka mengikuti pelatihan terkait bagaimana cara-cara memanen dan mengolah tembakau pasca-panen dengan sejumlah pemateri.

Ada pemateri dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Malang, UD Dadimas Jaya Donomulyo selaku pengepul, dan dari PT Gudang Baru Berkah sebagai pabrik rokok. ”Ini supaya setelah panen sampai pengeringan prosesnya benar. Sehingga hasil mereka (petani) bisa diterima oleh pabrik rokok,” terang Plt Sekretaris DTPHP Kabupaten Malang Kholida Masruroh.

Sambil mengikuti materi, para petani juga diminta membawa tembakau hasil panen mereka. Itu dilakukan agar pemateri dari pabrik rokok tersebut bisa mengecek kualitasnya. Dari pengecekan itu, bakal diketahui kadar air dari tembakau. Jika ada tembakau yang cocok dengan spesifikasi pabrik, bisa juga langsung diambil.

Caranya, pemateri akan menghirup aroma tembakaunya untuk menentukan pas tidaknya. Dia mengatakan bahwa selama ini, tembakau dari Kabupaten Malang tidak ada yang masuk ke industri rokok lokal.

Benar bahwa telah masuk ke pengepul, namun tidak ada yang diambil pabrik rokok lokal. ”Ada yang kemudian dikirim ke Selopuro (Blitar), Ponorogo, Probolinggo, Bondowoso bahkan Madura yang mereka datang langsung ke petani,” imbuh Kholida.

Sampai September 2025, lahan-lahan tembakau tercatat seluas 413 hektare di 31 kecamatan. Dari total itu, dihasilkan 3,3 juta ton tembakau. Jenis tembakaunya beragam. Mulai dari Kasturi, Rejeb, Kemloko, Virgin, dan Nori. DTPHP Kabupaten Malang berharap, pelatihan itu bisa membuka peluang terserapnya tembakau lokal ke industri daerah sendiri. (biy/by)

Editor : A. Nugroho
#DTPHP #petani #malang #tembakau #Kabupaten