MALANG KOTA - Keterlibatan sopir angkot pada operasional Bus Trans Jatim di Malang Raya tidak sebatas wacana. Dalam waktu dekat, Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur akan merekrut 17 pengemudi bus. Syaratnya harus sopir angkot di Kota Malang.
Kabar itu disampaikan langsung Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang PurwonoTjokroDarsono.Menurut dia, sopir angkot telah mendapatkan sosialisasi rencana rekrutmen tersebut.Untuk jadwal pastinya, bakal menunggu pemberitahuan selanjutnya dari dishub provinsi.
"Kriterianya nanti yang menentukan Pemprov Jatim. Yang pasti sebelumnya harus terdaftar sebagai sopir angkot," ujar Purwono. Dengan diangkat menjadi sopir Trans Jatim, 17 orang itu bakal mendapatkan beberapa keuntungan. Pertama, akan digaji sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Tidak ada lagi sistem setoran layaknya operasional angkot.
Dengan keuntungan itu, Purwono sadar bakal ada potensi negatif yang timbul.Yaitu kecemburuan di kalangan driver angkot.Sebab hanya 17 orang yang nantinya dipilih. "Agar tidak jadi kecemburuan, Pemkot Malang harus segera menyiapkan program lain untuk angkot. Sesuai janji, angkot akan dijadikan feeder Trans Jatim," terang Purwono.
Berdasar komunikasi Organda dengan Pemkot Malang, pada tahap pertama, ada 100 angkot yang dijadikan feeder.Mereka merupakan angkot yang terdampak langsung operasional Trans Jatim. Total ada tujuh trayek yang berpotensi bersinggungan dengan Bus Trans Jatim.
Contohnya angkot di trayek ADL (Arjosari - Dinoyo - Terminal Landungsari) dan AL (Arjosari - Terminal Langdungsari). "Kami harap wacana feeder ini hal yang serius, jangan janji-janji saja seperti sebelumnya. Tentu semua warga Kota Malang ingin penataan transportasi yang lebih bagus," tegas pria yang akrab disapa Ipung itu.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra menambahkan, saat ini masih dilakukan persiapan penentuan titik halte untuk Bus Trans Jatim.Pihaknya mengusulkan ada 15 sampai 16 titik.Nanti, keputusan finalnya ada di tangan dishub provinsi.
"Terkait tuntutan konversi (feeder) kami pastikan juga terus berjalan. Sesuai instruksi pak wali, operasional Trans Jatim ini harus membawa keadilan bagi semua pihak," kata dia. Untuk mekanisme rekrutmen sopir bus Trans Jatim, pihaknya masih menunggu kabar lanjutan dari dishub provinsi. (adk/by)
Editor : A. Nugroho