Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Budi Daya Ikan Air Tawar di Kabupaten Malang Mencapai 10.000 Ton

Galih R Prasetyo • Senin, 3 November 2025 | 18:54 WIB
SEGERA CAPAI TARGET: Salah satu pembudidaya ikan air tawar di Kecamatan Pakisaji mempunyai beberapa kolam ikan lele dan nila di rumahnya.
SEGERA CAPAI TARGET: Salah satu pembudidaya ikan air tawar di Kecamatan Pakisaji mempunyai beberapa kolam ikan lele dan nila di rumahnya.

KEPANJEN - Potensi budidaya ikan di Kabupaten Malang cukup tinggi. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tidak mengabaikan potensi tersebut. Meski hasil tangkap ikan di laut selatan Malang juga besar.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring menyebut, sudah ada beberapa titik yang dikembangkan sebagai sentra perikanan budidaya. Utamanya nila dan lele yang menjadi prioritas. Seperti Desa Pandanajeng, Patokpicis, Bangelan, Sananrejo, Sumberngepoh, serta Sukoanyar.

”Tahun ini kami mengalokasikan Rp 5 miliar untuk pengembangan budidaya nila dan lele,” ucapnya. Anggaran tersebut diberikan dalam bentuk bantuan produksi ikan budidaya. Contohnya, bibit dan pakan. Stimulan tersebut diharapkan membuat produktivitas masyarakat dalam budidaya ikan nila dan lele terus meningkat. 

Apalagi budidaya nila dinilai cukup menjanjikan di Kabupaten Malang. Sebagai contoh, pada awal pengembangan Desa Sananrejo memiliki 5.000 meter persegi lahan perikanan nila. Kemudian, saat ini sudah berkembang menjadi 15.000 meter persegi atau 1,5 hektare.

Per hektare mampu memproduksi 30 ton per siklus. Dengan siklus selama 6 bulan, maka produksi per tahun mencapai 60 ton. ”Total produksi budidaya ikan pada triwulan ketiga trennya positif. Saat ini sudah sekitar 9.000-10.000 ton dari target 11.000 ton,” kata pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Dengan realisasi produksi itu, maka budidaya ikan memerlukan 1.000 ton lagi untuk mencapai target Pemkab. ”Kami optimistis bisa mencapai target tersebut, karena sudah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pengembangan, khususnya untuk budidaya nila,” imbuhnya. Ikan tersebut pun tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar.

Ada juga yang menjualnya sebagai ikan tepung saat kondisinya tidak terlalu bagus. Sehingga meskipun produksinya besar, ikan tetap laku di pasar. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang melakukan budidaya ikan.

Tren konsumsi ikan di masyarakat pun terus meningkat. Selain harganya yang terjangkau, gizinya pun dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Utamanya pencegahan stunting untuk anak balita. Oleh karena itu, banyak pembudidaya ikan yang bekerja sama dengan posyandu di sekitar lingkungannya untuk pemasaran ikan. (yun/gp).

Editor : A. Nugroho
#Pemkab #Kabupaten Malang #ikan air tawar #budidaya