Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Produksi Perikanan Budidaya Ikan di Kabupaten Malang Sudah Mencapai 10.000 Ton

Mahmudan • Kamis, 6 November 2025 | 18:19 WIB
DAPAT DANA STIMULAN: Pembudidaya nila menabur pakan ikan di kolam Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang kemarin.
DAPAT DANA STIMULAN: Pembudidaya nila menabur pakan ikan di kolam Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang kemarin.

KEPANJEN - Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Malang menunjukkan tren positif. Per triwulan ketiga, produksinya sudah hampir 10.000 ton. Mulai dari nila, lele, dan jenis ikan air tawar lainnya.

“Setiap tahun, target kami terus meningkat. Tahun lalu sekitar 10.000 ton, tahun ini kurang lebih 11.000 ton,” ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring kemarin.

Oleh karena itu, pembudidaya ikan perlu memproduksi sekitar 1.000 ton untuk memenuhi target. “Kami optimistis bisa mencapai target tersebut. Karena dari sisi budidaya, kami sedang mengembangkan budidaya nila secara masif,” tambah pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Pengembangan ikan tersebut dilakukan di beberapa titik. Di antaranya di Desa Pandanajeng, Patokpicis, Bangelan, Sananrejo, Sumberngepoh, dan Sukoanyar.

Begitu pula dengan budidaya lele yang semakin dikembangkan.Pengembangan tersebut juga berasal dari pokok pikiran (pokir) DPRD Kabupaten Malang.Sehingga terdapat anggaran stimulan Rp 5 miliar untuk para pembudidaya. Namun anggaran tersebut diprioritaskan untuk budidaya lele dan nila.

Produksi ikan yang tinggi tersebut diimbangi dengan permintaan yang masih stabil. Sehingga tidak ada keluhan pembudidaya kesulitan memasarkan ikan. “Secara hukum ekonomi supply-demand, jika supply meningkat dan demand tetap, maka harganya turun. Namun karena tonase besar, meskipun harga turun, penghasilannya masih stabil,” kata Victor.

Dengan demikian, semua ikan bisa diserap oleh pasar. Baik langsung ke pedagang besar maupun konsumen secara langsung. Jika ada ikan yang kualitasnya buruk, dia yakin bisa diolah menjadi ikan tepungan.Selain itu, tren konsumsi ikan di Kabupaten Malang juga terus meningkat.

Pada 2024 lalu, tingkat konsumsi ikan hanya 32 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 43,8 kilogram per kapita per tahun. Namun angka tersebut masih di bawah Jatim dan nasional yang sudah melebihi 59 kilogram per kapita per tahun. Konsumsi terbesar masih di rumah makan atau restoran. “Sedangkan di rumah tangga masih rendah, yaitu 13 kilogram per kapita per tahun,” pungkasnya. (yun/dan).

Editor : A. Nugroho
#DPRD Kabupaten Malang #Pemkab Malang #pokir