Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Harga Beras Premium di Kota Malang Masih Tinggi

Bayu Mulya Putra • Kamis, 13 November 2025 | 16:24 WIB
Ilustrasi beras
Ilustrasi beras

MALANG KOTA - Harga beras, terutama yang premium masih cukup tinggi. Di pasaran, harganya menembus Rp 80 ribu per 5 kilogram, atau Rp 16 ribu per kilogram. Untuk mengantisipasi semakin mahalnya harga beras itu, pemkot mulai melakukan intervensi.

Pengecekan terhadap sejumlah pedagang di pasar tradisional mulai dilakukan kemarin. Salah satunya di Toko Sembako Livina di Pasar Bunul. Toko itu milik Supriyono. Supriyono menyebut bahwa harga beras mengalami kenaikan sejak empat sampai lima bulan lalu. ”Tepatnya saat beredarnya isu beras oplosan,” kata dia, kemarin (12/11).

Untuk satu sak beras premium kemasan 5 kilogram, harganya tembus Rp 80 ribu sampai Rp 82 ribu. Merek beras yang naik juga beragam. Yakni merek Lahap, Mentari, Raja, Melon, Manis, hingga Anak Soleh. ”Harga beras baru mulai turun dalam sepekan terakhir,” sebut Supriyono.

Untuk mengatasi kondisi itu, pihaknya mendapat tawaran dari Pemkot Malang. Tawaran yang diberikan berupa subsidi pengangkutan beras senilai Rp 200 per kilogram. Nanti, penyaluran beras dilakukan melalui Perumda Tunas.

Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Elfiatur Roikhah menjelaskan, pihaknya melakukan sejumlah intervensi untuk menjaga stabilitas harga. Salah satunya melalui pengawasan di pasar. Kemarin, pihaknya sengaja melakukan sidak ke Pasar Bunul.

Ada tiga kios yang mendapat pengecekan harga dari pemkot bersama Satgas Pangan Polresta Malang Kota. ”Dari pantauan kami, para pedagang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Mereka jual dengan harga di atas Rp 15 ribu (per kilogram),” kata perempuan yang akrab disapa Elfi tersebut.

Selain pengecekan, pihaknya juga melakukan dropping beras ke 14 kios pangan dan 57 kelurahan. Kemudian, pihaknya juga menyampaikan bahwa pemkot memiliki program subsidi transportasi beras. Subsidi sebesar Rp 200 per kilogram itu diyakini bisa membantu menekan harga di pasaran. (mel/by)

Editor : A. Nugroho
#het #Kabid #dispangtan #malang