Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

OJK dan BI Malang Jamin UMKM Punya Akses Pembiayaan hingga Pasar Digital Lebih Luas

Aditya Novrian • Senin, 1 Desember 2025 | 00:40 WIB

Talk Show Peran Media dalam Membangun UMKM Naik Kelas yang digelar PWI Malang Raya pada Jumat (29/11). (Nabila Amelia/Radar Malang)
Talk Show Peran Media dalam Membangun UMKM Naik Kelas yang digelar PWI Malang Raya pada Jumat (29/11). (Nabila Amelia/Radar Malang)

MALANG KOTA –Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas terus dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang dan Bank Indonesia (BI) Malang. Meski demikian, masih ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi.

OJK misalnya yang menyoroti masih rendahnya literasi keuangan UMKM. Sebagian dari mereka terjebak menggunakan layanan pembiayaan tidak resmi. Terutama pinjaman online (pinjol) ilegal.

Analis Bagian Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Malang Erna Tigayanti menegaskan, kebutuhan UMKM, khususnya skala mikro, memang sering kali menuntut pembiayaan cepat. Namun, minimnya pemahaman membuat mereka salah memilih layanan.

“Kami mendorong pembiayaan bagaimana OJK aksesnya bisa sampai kepada UMKM. Ada UMKM, terutama mikro, sebenarnya membutuhkan jangka waktu cepat dan bisa terakomodir oleh pinjol. Tapi sayangnya pinjol yang dipilih ilegal karena literasi keuangan yang kurang,” ujar Erna.

Ia menekankan bahwa setiap produk keuangan memiliki karakteristik berbeda sehingga tidak semua cocok untuk semua jenis usaha. OJK pun selalu meliterasi. Berbicara tentang kredit atau produk keuangan, pihaknya serahkan ke masing-masing UMKM.

"Karena karakternya beda-beda sesuai kebutuhan. Jadi UMKM harus tahu produk itu gunanya apa, manfaatnya apa, risikonya apa, dan kewajibannya apa,” lanjutnya. 

Sejalan dengan OJK, Bank Indonesia (BI) Malang juga terus mendorong penguatan ekosistem UMKM. Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Deddy Prasetyo menjelaskan, pihaknya menerapkan strategi melalui tiga pilar kebijakan untuk mempercepat transformasi pelaku usaha. Pilar tersebut mencakup peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, dan kemudahan pembiayaan.

“Kami memperkuat UMKM melalui tiga pilar tersebut agar mereka bisa naik kelas, lebih produktif, dan mampu bersaing. Digitalisasi menjadi bagian penting dalam proses ini,” terang Deddy.

Ia menambahkan bahwa saat ini tercatat 39,4 persen UMKM sudah menggunakan marketplace dan 20 persen di antaranya aktif memanfaatkan e-commerce. Menurut Deddy, perkembangan ini menunjukkan mulai tumbuhnya kesadaran pelaku usaha akan pentingnya pemasaran digital. “Ini langkah positif, namun peluang untuk berkembang masih sangat besar,” ujarnya.

Deddy berharap kolaborasi antara pemerintah, perbankan, OJK, serta penyedia platform digital dapat terus diperkuat agar UMKM semakin mampu memanfaatkan teknologi dan layanan keuangan formal secara optimal.

Penulis: Nabila Amelia

Editor : Aditya Novrian
#UMKM Naik Kelas #bank indonesia #malang kota #OJK #Talk show