Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

IHSG Terperosok Tajam, Ketua DK OJK Mahendra Siregar dan Dirut BEI Iman Rachman Kompak Mundur

Aditya Novrian • Jumat, 30 Januari 2026 | 19:34 WIB

 

Ilustrasi tren ekonomi di Malang Raya
Ilustrasi tren ekonomi di Malang Raya

JAKARTA – Gejolak hebat mengguncang pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun tajam dalam beberapa hari perdagangan terakhir, memicu kepanikan investor dan berujung pada pengunduran diri pimpinan lembaga pengawas dan pengelola bursa.

Tekanan jual yang masif membuat IHSG anjlok hingga memaksa Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara perdagangan (trading halt). Aksi jual terjadi hampir di seluruh sektor, terutama saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang indeks.

Situasi tersebut berdampak langsung pada pucuk pimpinan pasar modal. Direktur Utama BEI Iman Rachman menyatakan menyarakan mundur dari jabatannya. Ia menyebut keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kegagalan menjaga stabilitas dan kepercayaan investor di tengah gejolak pasar.

Tak berselang lama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar juga menyatakan mundur. Pengunduran diri tersebut diikuti oleh Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK.

Dari berbagai sumber, keputusan mundur diambil setelah meningkatnya tekanan dari pelaku pasar dan publik yang menilai pengawasan pasar modal belum berjalan optimal, terutama dalam merespons sentimen negatif dan isu tata kelola.

Anjloknya IHSG dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Dari eksternal, pasar dibayangi ketidakpastian ekonomi global dan perubahan kebijakan moneter negara maju. Sementara dari dalam negeri, isu transparansi, likuiditas, serta kepercayaan investor kembali menjadi sorotan.

Pelaku pasar menilai mundurnya pimpinan OJK dan BEI mencerminkan seriusnya krisis kepercayaan yang tengah dihadapi pasar modal nasional. Di sisi lain, langkah tersebut diharapkan menjadi momentum pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola dan pengawasan pasar.

Pemerintah memastikan operasional pasar keuangan tetap berjalan normal. OJK menyatakan akan segera menunjuk pelaksana tugas untuk mengisi kekosongan jabatan di BEI dan internal regulator, sembari menyiapkan langkah stabilisasi guna meredam volatilitas IHSG.

Hingga penutupan perdagangan hari ini (30/1), pergerakan IHSG masih fluktuatif. Investor cenderung bersikap menunggu, sembari mencermati arah kebijakan dan langkah konkret regulator baru dalam memulihkan kepercayaan pasar.

Editor : Aditya Novrian
#ekonomi #BEI #OJK #ihsg