Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Driver Ojol Gigit Jari Menjelang Lebaran

Aditya Novrian • Minggu, 8 Maret 2026 | 16:00 WIB

MOBILITAS TINGGI: Sejumlah driver ojek online tampak menjemput dan menanti penumpang di depan Stasiun  Kota Malang beberapa waktu lalu. DARMONO/RADAR MALANG
MOBILITAS TINGGI: Sejumlah driver ojek online tampak menjemput dan menanti penumpang di depan Stasiun Kota Malang beberapa waktu lalu. DARMONO/RADAR MALANG

MALANG KOTA - Gelombang mudik mahasiswa mulai terasa di Kota Malang. Aktivitas kota yang biasanya ramai perlahan surut. Kampus-kampus besar mulai lengang. Efeknya langsung menghantam para pengemudi ojek online (ojol) yang menggantungkan hidup pada aktivitas harian para perantau tersebut.

Pendapatan mereka merosot tajam. Mahasiswa yang biasa memesan transportasi hingga layanan pesan antar makanan, kini tak lagi banyak terlihat. Kondisi ini memukul banyak driver yang selama ini bertumpu pada pesanan dari kalangan kampus.

Andre Westianto, salah satu driver ojol, menyebut penghasilannya anjlok drastis. Pada hari-hari aktif kuliah, ia bisa mengantongi Rp150-250 ribu per hari. Kini, angka Rp150 ribu pun hanya bisa diraih dengan perjuangan ekstra.

“Dapat segitu sekarang sudah untung-untungan. Sepi sekali orderan,” keluhnya. Untuk mengimbangi turunnya orderan, Andre menambah jam kerja. Jika biasanya ia mulai bekerja pukul 06.00-17.00, kini ia harus memulai sejak pukul 05.30-18.00.

Hal serupa dialami Karyanto. Pria 49 tahun ini menargetkan setoran harian minimal Rp150 ribu. Tapi sejak awal pekan ini, ia kesulitan memenuhi target. Ia baru pulang menjelang Maghrib, tapi hasilnya masih jauh dari cukup.

“Biasanya jam lima sore sudah bisa pulang dengan hasil lumayan. Sekarang jam tujuh malam pun masih belum tentu nutup,” ujarnya. Karyanto bahkan mengaku bakal tetap narik saat Lebaran. Meski peluang sepi, ia berharap masih ada penumpang atau pesanan makanan yang nyantol.

“Daripada diam di rumah, siapa tahu ada pesanan. Biar sedikit yang penting ada,” katanya.

Kelesuan ini diprediksi akan terus berlanjut hingga usai Lebaran. Sebab, mayoritas mahasiswa akan kembali ke daerah asal hingga masa perkuliahan aktif dimulai kembali. Bagi para driver, ini artinya pengencangan ikat pinggang harus dilakukan lebih lama. (Nuraini/ori/dre)

Disunting ulang oleh Marsha Nathaniela

Editor : Aditya Novrian
#lebaran #Ojol #Ramadan #mahasiswa