Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ikut Tekan Harga Komoditas, BI Fasilitasi Biaya Angkut

Bayu Mulya Putra • Kamis, 12 Maret 2026 | 09:17 WIB

 

Ilustrasi truk pengangkut komoditas pangan.
Ilustrasi truk pengangkut komoditas pangan.

MALANG KOTA – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang Dedy Prasetyo menjelaskan, kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting) jelang Lebaran cukup lumrah. Sebab, mobilitas masyarakat dan kebutuhan terhadap bapokting umumnya juga meningkat.

”Kami bantu juga menekan lonjakan harga dengan memfasilitasi biaya angkut komoditas,” kata dia. Dengan pemangkasan dana akomodasi, diharapkan bisa menekan harga bapokting.

Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi penyelenggaraan pasar murah bekerja sama dengan Pemkot Malang. Juga ikut menjaga stabilitas harga dengan memastikan stok tetap cukup dan terdistribusi dengan baik.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang di Pasar Besar Malang kemarin, tampak peningkatan harga bapokting belum merata. Hafidz, pemilik Toko Subur Putra mengaku, dia termasuk pedagang yang belum merasakan kenaikan harga.

Sebab, kondisi penjualannya sedang sepi. Karena itu dia belum mengambil barang dagangan lagi atau kulakan. ”Kalau di toko saya, harga barang masih relatif stabil. Seperti beras di angka Rp 77 ribu sampai Rp 80 ribu untuk kemasan lima kilogram,” ucap Hafidz.

Selain beras, ada minyak. Harganya juga masih stabil untuk ukuran 1,8 liter seharga Rp 38 ribu. Sementara ukuran 2 liter seharga Rp 40 ribu. Kemudian untuk telur juga masih stabil. Di angka Rp 30 ribu sampai Rp 31 ribu.

”Sebenarnya kalau di tempat lain mungkin sudah naik, tapi kebetulan saya baru mau kulakan lagi besok (hari ini),” terang Hafidz.

Sementara itu, ada pula bahan pokok lain yang naik. Yakni daging sapi. Salah satu pedagang daging sapi di Toko Bedak 1001 yang bernama Fauzi mengungkapkan, pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari jagal sapi yang menyampaikan adanya kenaikan harga sebesar Rp 5 ribu.

Semula, kenaikannya mencapai Rp 10 ribu. Namun, terdapat ralat kenaikan harga. Kenaikan itu dari rumah potong hewan (RPH). Dengan demikian, harga daging saat ini berada di kisaran Rp 125 ribu per kilogram.

Namun, sekarang dampak kenaikan harga belum terasa. Sebab, demand atau permintaan daging sapi dari pembeli masih tinggi. ”Banyak yang butuh. Baik dari rumah tangga maupun tempat usaha atau restoran,” imbuh Fauzi.

Biasanya untuk kebutuhan rumah tangga berkisar antara setengah kilogram sampai satu kilogram. Sementara tempat usaha di kisaran lima kilogram. Dengan kondisi itu, Fauzi yang sebelumnya bisa habis menjual 400 kilogram daging sapi, kini bisa menjual 700 kilogram.

”Kemungkinan baru terasa anjlok setelah Lebaran. Kami juga hanya bisa pasrah. Kalau enggak naik nanti jagalnya yang gulung tikar,” cerita dia. Berkaca dari Lebaran tahun lalu, kondisinya masih bagus. Permintaan untuk daging sapi lokal maupun daging sapi dari luar seimbang. Sementara tahun ini, stok terbilang minim. (aff/mel/by)

 

Editor : A. Nugroho
#BI #bapokting #malang #Rph