Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berawal dari Bazaran, Usaha Jus Sehat Elvira Tembus Pasar Perkantoran lewat Jaringan Reseller

Aditya Novrian • Sabtu, 11 April 2026 | 14:26 WIB
Berawal dari Bazaran, Usaha Jus Sehat Elvira Tembus Pasar Perkantoran Lewat Jaringan Reseller
Berawal dari Bazaran, Usaha Jus Sehat Elvira Tembus Pasar Perkantoran Lewat Jaringan Reseller

DEPOK, RADAR MALANG – Perjalanan usaha minuman sehat milik Elvira Safitri menjadi bukti bahwa ketekunan dan dukungan ekosistem dapat mendorong bisnis berkembang lebih luas. Berawal dari skala kecil, kini produknya mampu menembus pasar perkantoran hingga berkembang melalui jaringan reseller.

Elvira memulai usahanya pada 2018 setelah sempat mengalami kegagalan. Dengan tekad kuat, ia kembali bangkit merintis usaha jus kemasan berbahan alami seperti kedondong, cincau selasih, hingga gula asem racikan sendiri.

“Dengan tekad yang kuat, saya kembali mencoba melalui usaha minuman sehat berbahan alami,” ujarnya.

Modal awal diperoleh dari program PNM Mekaar. Dukungan tersebut dimanfaatkan untuk memulai produksi sekaligus mengikuti berbagai bazaar sebagai strategi pemasaran awal.

Dari satu bazaar ke bazaar lainnya, Elvira memperkenalkan produknya dengan penuh ketekunan. Berbagai tantangan, mulai dari cuaca hingga keterbatasan modal, tidak menyurutkan langkahnya.

Seiring waktu, produknya mulai dikenal luas. Titik balik terjadi saat seorang tenaga medis mencicipi minuman buatannya dalam sebuah bazaar dan memberikan respons positif.

“Produk ini tidak hanya enak, tapi juga sehat,” kenang Elvira.

Dari rekomendasi tersebut, produk jus miliknya mulai masuk ke lingkungan perkantoran rumah sakit di Depok. Permintaan pun meningkat dan mendorong terbentuknya jaringan reseller yang memperluas jangkauan pasar, bahkan hingga ke wilayah Bandung.

Kini, usaha yang dibangun Elvira tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga bagian dari tren gaya hidup sehat masyarakat.

Dukungan juga datang dari ekosistem Ultra Mikro yang digagas BRI Group. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyebut kisah Elvira sebagai contoh keberhasilan pemberdayaan pelaku usaha ultra mikro.

Menurutnya, melalui sinergi dalam ekosistem Ultra Mikro, termasuk peran PNM, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan untuk berkembang secara berkelanjutan.

Sepanjang 2025, tercatat sekitar 1,4 juta debitur PNM berhasil naik kelas, menunjukkan peningkatan kapasitas usaha serta akses keuangan formal yang semakin luas.

“Kisah ini menjadi cerminan kuatnya daya juang perempuan Indonesia ketika mendapat pendampingan berkelanjutan,” ujarnya.

Editor : Aditya Novrian
#BBRI #BRI