MALANG KOTA-Kepatuhan wajib pajak di bawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) III Jawa Timur positif. Tahun ini target penerimaan di Kota Malang sebesar Rp 2,1 triliun. Realisasinya dalam tiga bulan, mencapai Rp 388 miliar yang dibayarkan.
Penerimaan itu terbagi di dua unit Kantor Pelayanan Pajak (KPP). Di KPP Malang Utara Rp 142 miliar. Sementara di KPP Malang Selatan mendapat penerimaan pajak senilai Rp 246 miliar.
”Wilayah Kota Malang ini potensi pajaknya didominasi industri pengolahan dan sektor pendidikan,” ujar Kepala Kanwil DJP Jawa Timur III Lindawaty. Khusus KPP Malang Utara didominasi dari sektor pendidikan atau kampus dan sektor perdagangan. Sementara KPP Malang Selatan didominasi industri rokok dan perdagangan.
Untuk itu masing-masing KPP target pajaknya berbeda. Di KPP Malang Utara dalam setahun ditarget Rp 744 miliar. Sementara di KPP Malang Selatan ditarget Rp 1,4 triliun.
Baca Juga: Setoran Pajak Perusahaan di Singosari dan Kepanjen Capai Rp 294 Miliar
Lindawaty meyakini SPT Tahunan dapat jadi katalisator utama dalam mendorong tingkat kepatuhan sukarela wajib pajak. Kepatuhan yang baik itu merupakan modal krusial bagi pencapaian target penerimaan negara. Apalagi targetnya meningkat 3,05 persen dibanding tahun sebelumnya.
Untuk realisasi pajak tahun lalu, KPP Malang Utara mencatat angka Rp 631 miliar. Lalu KPP Malang Selatan sebesar Rp 1 triliun. ”Sementara realisasinya tahun ini sudah 11 persen,” lanjut dia.
Untuk mencapai keseluruhan target dan menjaga agar margin penerimaan tidak melebar, Lindawaty akan terus memperkuat strategi menggali potensi perpajakan. Salah satunya, menjaga integritas pelayanan dan menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk pelanggaran. Target penerimaan di seluruh wilayah Kanwil DJP III Jatim sebesar Rp 41,6 triliun.
Baca Juga: Realisasi Pajak Kendaraan Pelat Merah Pemkot Malang Ditarget Rp 289 Juta
”Angka itu bukan sekadar nominal, tetapi wujud nyata gotong royong kita membangun bangsa,” papar Lindawaty. Pihaknya menghargai setiap rupiah yang disetorkan dan waktu yang diluangkan dalam melaporkan SPT. Sebagai bentuk timbal balik atas dedikasi wajib pajak, pihaknya juga berkomitmen memberikan pelayanan profesional, dan bersih.
Kepala Bank Indonesia (BI) Cabang Malang Indra Kuspriyadi sangat mengapresiasi kepatuhan pajak masyarakat. Dengan begitu, pendapatan daerah dan negara bisa meningkat. ”Pasti peningkatan pajak itu juga berpengaruh kepada peningkatan ekonomi baik daerah maupun nasional,” pungkasnya. (aff/gp)
Editor : A. Nugroho