Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berawal dari Dapur Rumah, UMKM Jamu Kediri Ini Raup Omzet Rp 25 Juta per Bulan setelah Dibina BRI

Aditya Novrian • Kamis, 7 Mei 2026 | 18:17 WIB
Isma Bangun Bisnis Jamu Herbal dari Rumah Kini Kirim Produk ke Seluruh Indonesia
Isma Bangun Bisnis Jamu Herbal dari Rumah Kini Kirim Produk ke Seluruh Indonesia.

KEDIRI, RADAR MALANG– Berawal dari dapur rumah dan modal tekad membantu ekonomi keluarga, Isma Wijayanti sukses mengembangkan bisnis jamu dan teh herbal dengan omzet mencapai Rp 25 juta per bulan. Produk UMKM miliknya, Lentera Herbal Kediri, kini telah dipasarkan hingga berbagai daerah di Indonesia.

Perempuan asal Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri itu memulai usaha pada Mei 2025. Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, Isma memilih memanfaatkan potensi rempah di kampung halamannya untuk dijadikan produk herbal siap konsumsi dengan kemasan modern.

Berawal dari Sentra Rempah Desa Parang

Isma mengatakan, ide usaha muncul setelah melihat mayoritas warga di desanya memproduksi empon-empon kering. Kondisi itu membuat bahan baku mudah diperoleh dan memiliki potensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

“Saya sering berpikir enaknya bikin usaha apa, karena mencari kerja di tengah kondisi seperti ini juga susah,” ujar Isma saat ditemui di rumahnya.

Melalui brand Lentera Herbal Kediri, ia memproduksi berbagai olahan herbal seperti teh rimpang, wedang uwuh, teh bunga telang, teh rosella, teh daun insulin, hingga teh rempah daun kumis kucing.

“Warga di sini mayoritas memproduksi empon-empon kering. Jadi saya berpikir membuat usaha yang tidak jauh dari potensi sekitar agar bahan bakunya juga mudah didapat,” tambahnya.

Kemasan Modern Jadi Pembeda Produk Herbal

Merintis usaha dari nol bukan perkara mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah membuat produk herbal tampil lebih menarik dibanding rempah mentah yang umum dijual masyarakat.

Karena itu, Isma menghadirkan inovasi berupa teh celup siap seduh dengan desain kemasan modern. Strategi tersebut dipadukan dengan pemasaran digital melalui marketplace dan live e-commerce.

“Untuk pemasaran kami mencoba di pasar online, dengan jangkauan lebih luas serta biaya lebih minim karena tidak perlu ada toko khusus,” katanya.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Dua toko online yang dikelolanya kini mampu menghasilkan omzet hingga Rp 25 juta per bulan. Produk Lentera Herbal Kediri juga telah dikirim ke berbagai provinsi di luar Jawa Timur.

Libatkan Warga Sekitar dan Didukung KUR BRI

Perkembangan usaha turut membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar. Isma melibatkan masyarakat dalam proses produksi hingga pemasaran digital.

“Pengemasan dan pemasaran live e-commerce kami dibantu warga sekitar,” ujarnya.

Meningkatnya permintaan sempat membuat kebutuhan modal usaha bertambah. Untuk itu, Isma memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI sebagai tambahan permodalan.

“BRI jadi pertolongan pertama untuk urusan permodalan,” ungkapnya.

Sementara itu, Branch Manager BRI Branch Office Kediri Adi Nugroho mengatakan, BRI terus memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM melalui penyaluran KUR dan pendampingan usaha.

Hingga Maret 2026, BRI BO Kediri telah menyalurkan KUR sebesar Rp 343 miliar. Menurut Adi, pembiayaan tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di wilayah Kediri.

“Kami melihat banyak potensi usaha di Kediri seperti jamu dan produk herbal yang dapat terus berkembang,” katanya.

Adi menambahkan, dukungan BRI tidak hanya berupa pembiayaan, tetapi juga edukasi finansial dan pemberdayaan agar usaha mikro bisa tumbuh secara berkelanjutan.

Editor : Aditya Novrian
#UMKM Kediri #Lentera Herbal Kediri #bisnis jamu herbal #teh herbal #KUR BRI