MALANG KOTA-RADAR MALANG-Perkembangan kegiatan ekonomi di wilayah kinerja Bank Indonesia (BI) Malang tumbuh positif. Berdasar survei kegiatan dunia usaha (SKDU), dalam periode Januari-Maret ada pertumbuhan Saldo Bersih Timbang (SBT) sebesar 22,27 persen. Angka pertumbuhan itu lebih tinggi dibanding SKDU triwulan IV tahun 2025 yang hanya tumbuh 17,36 persen.
Setidaknya ada tiga faktor utama pendorong pertumbuhan SKDU. Yaitu peningkatan kinerja sektor perdagangan besar dan eceran dengan SBT tumbuh 13,47 persen. Lalu sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga tumbuh 7,89 persen. Terakhir dari sektor industri pengolahan yang tumbuh 7,34 persen.
”Pertumbuhan yang signifikan itu disebabkan momen long festive season yang berurutan tiap bulan, serta periode panen raya padi,” ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Malang Indra Kuspriyadi. Sejak Januari, ada momen tahun baru. Lalu disambut Imlek pada bulan Februari dan diteruskan Ramadan serta momen Idul Fitri pada bulan April.
Sektor investasi juga mengalami peningkatan SBT hingga 14,32 persen. Angka itu lebih tinggi dibanding triwulan IV tahun 2025 sebesar 10,65 persen. Itu beriringan dengan peningkatan kapasitas produksi di tengah membeludaknya permintaan pasar pada long festive season.
Kendati demikian, kondisi keuangan pelaku usaha masih mengalami perlambatan. Itu tecermin dari Saldo Bersih (SB) yang tercatat mengalami peningkatan sebesar 10,25 persen saja. Padahal triwulan sebelumnya mencapai 13,38 persen.
”Perlambatan modal itu disebabkan kinerja akses kredit, likuiditas, hingga rentabilities yang ikut susut,” lanjut mantan Kepala Perwakilan BI Bangka Belitung itu. Untuk itu, pada triwulan kedua responden memperkirakan kegiatan usaha di wilayah kerja BI Malang tetap akan meningkat. Perkiraan peningkatan bakal didorong pada momen Idul Adha dan pembangunan proyek strategis pemerintah hingga swasta.
Di pihak lain, Mal Director Malang Town Square (Matos) Fifi Trisjanti menuturkan pertumbuhan pengunjung selama long festive season memang signifikan. Paling tidak ada peningkatan hingga 25 sampai 30 persen. Sedikit banyak pertumbuhan itu ikut mendorong pelaku usaha di dalam mal ikut mengalami kenaikan transaksi.
”Contohnya waktu momen Lebaran Idul Fitri, rata-rata kunjungan harian Matos sampai 30 ribu orang,” ujar Fifi. Padahal di hari biasa hanya sekitar 18 ribu pengunjung saja. Sektor paling banyak dikunjungi ada makanan dan mainan. (aff/gp)
Editor : Galih R Prasetyo