RADAR MALANG - Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan kurs Rupiah saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor ekspektasi pasar yang negatif.
Guna membalikkan keadaan, pemerintah secara agresif menerapkan sejumlah langkah taktis pengetatan fiskal demi mengembalikan stabilitas nilai tukar nasional.
Baca Juga: Apakah Indonesia Siap Perang? Ini Jawaban Yusril Mahendra
Menkeu sangat optimistis fundamental ekonomi domestik yang kokoh mampu membawa mata uang Garuda menguat signifikan.
Pemerintah berfokus memulihkan sentimen positif dengan mengamankan aliran modal asing melalui penguatan instrumen bond market.
Di samping itu, pengendalian jumlah peredaran uang di sistem finansial akan diselaraskan bersama Bank Indonesia.
Baca Juga: Pertalite Dihapus? Beberapa BBM Jenis Pertalite Dikabarkan Hilang di Sejumlah Wilayah Indonesia
"Kita harus memastikan pembangunan ekspektasi yang positif terhadap Rupiah dengan menjaga suplai dan deman uang," ujar Menkeu Purbaya Yudi Sadewa.
Langkah terukur ini ditargetkan mampu menekan pergerakan dolar hingga menyentuh level Rp15.000.
Baca Juga: Lawan Gejolak Ekonomi Global, Presiden Prabowo Panggil Pakar Ekonomi Senior Era SBY
Strategi jangka panjang difokuskan pada penggabungan tata kelola ekspor komoditas satu pintu melalui badan Danantara Sumber Daya Indonesia.
Melalui skema ini, praktik kecurangan perdagangan internasional dapat diberantas total untuk mendongkrak pendapatan negara.
Regulasi penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) juga diperketat dengan hanya mengizinkan transaksi melalui jaringan perbankan BUMN.
Melalui sinergi pembatasan tersebut, pasokan valuta asing di dalam negeri dipastikan aman guna membentengi Rupiah ke depan.
Editor : Aditya Novrian