Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Masuk Pasar Klojen Malang, Gubernur Jatim Khofifah Soroti Kosongnya Stok Minyakita 

Andika Satria Perdana • Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:51 WIB
SURVEI LAPANGAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau harga beberapa bahan pokok di Pasar Klojen, kemarin (29/5). (Darmono/Radar Malang)
SURVEI LAPANGAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meninjau harga beberapa bahan pokok di Pasar Klojen, kemarin (29/5). (Darmono/Radar Malang)

 

MALANG KOTA, RADAR MALANG - Ketersediaan sembako di Pasar Klojen mendapat sorotan khusus dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dari hasil peninjauan kemarin (29/4), dia mendapatkan fakta bahwa pasar itu sudah cukup lama tidak menerima distribusi Minyakita dan beras medium.

 

Selain itu, ada beberapa komoditas lainnya yang mengalami kenaikan harga. Saat berkunjung itu, Khofifah didampingi Wali Kota Malang Wahyu Hidayat. Dua tokoh tersebut berkeliling sambil menanyakan kondisi harga bahan pokok. Mulai dari toko pracangan, toko sembako, dan toko daging.

 

Khofifah menuturkan, Pasar Klojen menjadi salah satu pasar yang masuk sistem Pemprov Jatim. Awalnya dia mengunjungi pasar itu untuk mengecek kenaikan harga pokok. Namun ada fakta lain tentang kosongnya stok Minyakita dan beras medium.

 

”Menjadi catatan kami, Pemprov dan Pemkot Malang, beras medium dan Minyakita tidak masuk ke pasar,” ujarnya. Dia menuturkan, dari pernyataan pedagang, dua komoditas itu tidak didistribusikan sejak Idul Fitri, beberapa waktu lalu. Dari informasi tersebut, pihaknya segera berkomunikasi dengan Bulog agar dilakukan suplai ke pasar-pasar tradisional.

 

Mantan menteri sosial itu menyampaikan, stok beras medium SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Jatim mencapai 3,2 juta ton. Seharusnya persediaan itu bisa terserap di pasar. ”Tidak semua masyarakat membutuhkan beras premium. Sehingga saya minta ada stok beras medium di pasar,” tambah Khofifah.

 

Sementara untuk komoditas cabai rawit, lonjakan harga cukup signifikan. Khofifah mengatakan, di Pasar Klojen harganya mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Sementara untuk harga normalnya Rp 60 ribu. ”Bawang merah juga naik, biasanya Rp 35 ribu sampai Rp 45 ribu. Sekarang jadi Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu, tergantung ukuran,” jelasnya.

 

Khofifah meminta Pemkot Malang segera melaksanakan Kerja Sama Antar Daerah (KAD). Komoditas yang mengalami kenaikan signifikan harus diintervensi pemerintah dengan mendatangkan barang dari luar kota.

”Pemerintah harus memastikan daya beli masyarakat terjaga. Keterjangkauan masyarakat terhadap sembako juga harus terkontrol,” tambah perempuan berusia 61 tahun itu.

 

Terpisah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut, tidak masuknya beras medium dan Minyakita itu karena kebutuhan pasar. Menurut dia, di Pasar Klojen pembeli biasanya mengutamakan beras kualitas premium. Sehingga beras medium jarang dicari.

 

Namun sesuai instruksi gubernur, pihaknya akan berkoordinasi dengan Bulog untuk menyediakan stok beras medium dan Minyakita. Sehingga pembeli bisa mendapatkan opsi. ”Untuk kenaikan harga kami sudah siapkan warung tekan inflasi. Nanti dilaksanakan di Pasar Blimbing dan Dinoyo,” ucapnya. (adk/by)

Editor : A. Nugroho
#gubernur jatim #pasar klojen #Khofifah #klojen #malang