Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menjaga Kreativitas Kera Ngalam

A
Penulis: A. Nugroho❯
Kolom Pak Mbois Wahyu Hidayat
Kolom Pak Mbois Wahyu Hidayat

Advertisement

Tahun ajaran baru untuk anak-anak sekolah sudah berlangsung hampir sebulan. Perkuliahan untuk mahasiswa baru juga segera dimulai. Lalu lintas di Kota Malang pun dipastikan akan semakin padat pada hari-hari ke depan.

Selain siswa, mahasiswa luar kota banyak yang masuk ke kota ini untuk melanjutkan pendidikannya. Tak kurang, setiap tahun 60 ribu mahasiswa baru memenuhi kampus negeri maupun swasta. Sedangkan jumlah siswa barunya sekitar 26 ribu hingga 27 ribu.

Jika ditotal, jumlah mahasiswa yang berkuliah di kota ini sekitar 330 ribu dan jumlah siswa di seluruh jenjang sekitar 185 ribu. Sehingga, jika digabung ada sekitar 515 ribu siswa dan mahasiswa. Sebagian dari mereka berasal dari luar kota.

Advertisement

Itu jumlah yang tidak sedikit. Sebab, total jumlah penduduk Kota Malang saja pada 2025, berdasar data Ditjen Dukcapil Kemendagri, sebanyak 894.450 jiwa. Para siswa dan mahasiswa pendatang itulah, termasuk pekerja pendatang, yang membuat kota ini setiap hari bisa dihuni 1,5 juta jiwa.

Dengan luasan wilayah 110 kilometer persegi, butuh strategi khusus untuk mengelola mereka. Sebab, ibarat pisau bermata dua, keberadaan mereka bisa menjadi berkah tapi sekaligus musibah jika tidak bisa terkelola dengan baik.

Tapi, Pemerintah Kota Malang lebih melihat mereka sebagai potensi untuk mengembangkan kota ini menjadi lebih baik. Para siswa dan mahasiswa itu adalah aset masa depan bersama. Berikut seluruh lembaga pendidikan yang ada. Baik kampus, sekolah, pesantren, atau lembaga pendidikan yang lain.

Advertisement

Kita bersama telah mengetahui bahwa tantangan di era artificial intelligence (AI) alias kecerdasan buatan tidaklah ringan. Banyak hal-hal baru yang mengubah sama sekali peta kehidupan di dunia nyata. Cara belajar, cara bekerja, cara berbelanja, cara berkomunikasi, cara mengambil keputusan, dan berbagai hal lainnya.

Banyak yang telah diambil alih oleh AI sebagai produk dari revolusi teknologi informasi. Bila tidak siap, eksistensi kita bisa hilang tergilas oleh perubahan dunia yang begitu cepat. Dalam situasi demikian, kreativitas adalah salah satu kata kunci yang bisa menyelamatkan. Setidaknya begitulah pendapat para pakar.

Sam Altman, CEO OpenAI, menyebut bahwa kemampuan manusia untuk mengajukan pertanyaan yang tepat, memvalidasi konteks, serta menjaga "ruh" kreativitas dan pertimbangan etis akan menjadi keterampilan yang jauh lebih dihargai.

Itu senada dengan apa yang disampaikan Wamendikti Saintek Stella Christie. Bahwa kreativitas dan pola pikir manusia adalah kunci utama agar tidak tergerus oleh perkembangan teknologi.

Advertisement

Artikel Terkait

41 Instansi dan Tokoh Pendidikan di Malang Raya Dapat Apresiasi di Ajang Anugerah Pendidikan 2026

41 Instansi dan Tokoh Pendidikan di Malang Raya Dapat Apresiasi di Ajang Anugerah Pendidikan 2026

Penyampaian apresiasi itu berlangsung di The Alana Hotel.

Bupati dan Wali Kota Bakal Serahkan Penghargaan Anugerah Pendidikan 2026

Bupati dan Wali Kota Bakal Serahkan Penghargaan Anugerah Pendidikan 2026

Bupati Malang Drs H M. Sanusi dan Wali Kota Malang Dr Ir Wahyu Hidayat MM diproyeksikan hadir.

Seleksi Penerima Apresiasi Anugerah Pendidikan Segera Berakhir

Seleksi Penerima Apresiasi Anugerah Pendidikan Segera Berakhir

Sesuai jadwal, puncak penganugerahan bakal berlangsung besok (29/7) di Alana Hotel.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer