KOTA BATU, RADAR MALANG - Penjualan properti di Malang Raya masih tumbuh meski belum signifikan. Terutama untuk segmen villa, yang mayoritas berada di Kota Batu. Rata-rata pengembang melaporkan bahwa penjualan menurun hingga 30 persen dibanding tahun lalu.
High season atau masa penjualan tertinggi untuk villa biasanya terjadi saat Hari Raya Idul Fitri. Pada masa itu, pengembang sering closing (menjual) villa di atas target bulanan. Namun pada Lebaran tahun ini hasilnya berbeda.
Marketing Athara Residence, Bilqis Ananda Dewi menuturkan, sejak awal tahun pihaknya baru menjual tiga unit. Padahal biasanya melebihi angka itu. ”Mungkin karena kondisi ekonomi sedang menurun dan income dari villa belum stabil,” ujarnya.
Saat ini banyak calon pembeli yang beralih ke rumah kos (rukos). Namun itu berlaku di kawasan ramai mahasiswa dan pekerja seperti di Kota Malang. Untuk potensi villa, Kota Batu tetap paling tinggi prospek penjualannya.
Sejumlah villa menawarkan berbagai kelebihan. Mulai dari lokasi yang strategis, harga bersaing, hingga fasilitas yang bisa dinikmati konsumen.
Seperti villa di Athara Residence yang rata-rata berisi dua kamar. Fasilitas yang didapat pun cukup lengkap. Bangunan dua lantai full furnished hingga kolam renang pribadi. ”Harganya mulai Rp 1,5 miliar untuk lokasi di Kelurahan Temas, Kecamatan Batu dengan ukuran 72 meter persegi,” jelas Bilqis.
Untuk proyek villa di Temas itu, saat ini sudah terjual 80 persen. Dari total 47 unit yang tersedia, kini tersisa 10 unit saja yang belum dibeli.
Sementara untuk proyek Athara Naya harganya lebih murah. Mulai Rp 700 juta. Dari 34 unit, hanya tersisa sekitar 15 saja. Letaknya di Kecamatan Junrejo dengan luas per unitnya mencapai 66 meter persegi.
Senada dengan Athara Residence, Marketing Pengembang Podo Rukun Group Ratna Sari juga menuturkan bahwa penjualan villa cukup lesu. Unit mereka dihargai mulai dari Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. ”Penurunannya cukup besar ya, di atas 30 persen,” ujarnya.
Segmen villa umumnya banyak dibeli pelanggan berusia 40 sampai 50 ke atas. Biasanya dipakai investasi untuk jaminan masa tua. Sebab perhitungan kembali modalnya cukup lama. (aff/by)
Editor : A. Nugroho