Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tips Mengelola Gaji UMR agar Cukup Sampai Akhir Bulan

Fasya Mumtahanah • Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
ILUSTRASI GAJI UMR: Perlu Pengelolaan Matang untuk Mencukupi Kebutuhan hingga Akhir Bulan (Sumber: Istimewa).
ILUSTRASI GAJI UMR: Perlu Pengelolaan Matang untuk Mencukupi Kebutuhan hingga Akhir Bulan (Sumber: Istimewa).

RADAR MALANG – Upah Minimum Regional (UMR) pada dasarnya hanya dapat dengan layak mencukupi kebutuhan satu orang. Mengatur gaji setara Upah Minimum Regional (UMR) supaya cukup sepanjang bulan kerap menjadi tantangan bagi pekerja, terutama di kota-kota besar dengan biaya hidup tinggi.

Oleh karena itu, diperlukan perencanaan keuangan yang tepat dan bijaksana agar tetap bisa menjamin keuangan meskipun dengan gaji UMR.

Baca Juga: Ayah Ada di Rumah, Tapi Tetap Fatherless? Fenomena yang Diam-Diam Mengintai Banyak Anak

Dahulukan Kebutuhan Pokok

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengalokasikan gaji untuk kebutuhan utama seperti makan, tempat tinggal, transportasi, dan tagihan sejak awal bulan. Dengan begitu, kebutuhan dasar tidak terganggu oleh pengeluaran lain yang sifatnya kurang mendesak.

Tetapkan Batas Pengeluaran Harian

Selanjutnya, Anda dapat menentukan batas pengeluaran harian. Misalnya, jika sisa dana setelah kebutuhan utama sebesar Rp1.500.000, jumlah tersebut bisa dibagi menjadi sekitar Rp50.000 per hari agar tidak cepat habis di awal bulan.

Baca Juga: Mahasiswa Baru Wajib Tahu, Ini Barang yang Perlu Disiapkan Sebelum Kuliah

Bagi Anggaran dan Lakukan Pencatatan Pengeluaran

Memisahkan gaji ke beberapa pos, seperti kebutuhan pokok, tabungan atau investasi, dan hiburan, juga dinilai efektif untuk menghindari penggunaan dana yang tidak sesuai peruntukannya. Selain itu, mencatat pengeluaran sekecil apa pun membantu mengenali pola belanja yang sering terlewat, termasuk jajan kecil atau biaya transportasi tambahan.

Menabung sejak awal gajian, bukan dari sisa, juga disebut lebih efektif karena sebagian dana langsung “terkunci” untuk kebutuhan masa depan. Pembentukan dana darurat pun bisa dimulai dari nominal kecil yang konsisten setiap bulan, sehingga kondisi tak terduga tidak mengganggu kebutuhan utama.

Baca Juga: BRI Jazz Gunung Series 2026 Kembali Digelar, Perayaan Harmoni Musik, Alam, dan Budaya dalam Satu Pertunjukan

Kontrol Gaya Hidup

Pengeluaran untuk gaya hidup, seperti nongkrong, langganan hiburan, atau belanja impulsif, perlu dibatasi meski tidak harus dihilangkan sama sekali. Kebiasaan menunda pembelian barang yang tidak mendesak juga disarankan agar seseorang bisa menilai apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan.

Terapkan Metode 40-30-20-10

Salah satu pendekatan yang bisa digunakan dalam mengatur gaji adalah metode 40-30-20-10, yakni 40 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan atau gaya hidup, 20 persen untuk tabungan atau investasi, dan 10 persen untuk dana darurat. Metode tersebut membantu memastikan pengeluaran lebih terstruktur dan tidak saling tumpang tindih.

Editor : Aditya Novrian
#pengelolaan uang #biaya hidup #UMR