KEPANJEN, RADAR MALANG - Kejuaraan sepatu roda Jatim Open yang memperebutkan piala gubernur membawa berkah bagi pelaku UMKM di Stadion Kanjuruhan. Penghasilan mereka bertambah lantaran banyaknya pembeli dari peserta maupun pengunjung Jatim Open.
Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kabupaten Malang Priyo Sudibyo mengatakan, dalam event nasional tersebut, pihaknya berkolaborasi dengan stan pelaku UMKM. “Ada kurang lebih 50 UMKM yang kami berdayakan di sini (Stadion Kanjuruhan),” ujar pria yang akrab disapa Bogank, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Program AURA BRI Peduli Perkuat UMKM Perempuan di Bogor, Produksi Olahan Pala Kini Lebih Efisien
Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, UMKM yang berjualan cukup beragam. Mulai makanan yang sudah umum di Malang seperti bakso, hingga makanan maupun minuman (mamin) kekinian seperti cheezy coin dan aneka racikan matcha. Atlet yang didominasi usia anak-anak juga bergantian membeli jajanan di lokasi.
“Kami memang khusus datang berjualan untuk event-event besar seperti ini (Jatim Open),” ujar salah satu pelaku UMKM, Irfan Gunawan.
Sehingga, pemuda asal Bekasi yang biasanya menganggur jadi mempunyai kesempatan berjualan ketika ada event besar. Menurutnya, event tersebut berpengaruh terhadap perekonomiannya. Dia juga berharap semakin banyak event-event yang digelar di ruang publik seperti kejuaraan sepatu roda tersebut.
Baca Juga: Digitalisasi UMKM dan Pasar Tradisional Kota Malang Perkuat Daya Saing Ekonomi Lokal
Hal yang sama disampaikan pedagang lainnya, Ririn Nuraini. Menurutnya, keberadaan event besar, apalagi berskala nasional bisa meningkatkan penjualannya. “Saat hari biasa ada sekitar 3050 orang yang beli jajan, tetapi saat ada event begini bisa lebih,” kata penjual gorengan tersebut.
Sebagai informasi, kejuaraan sepatu roda diikuti 2.436 peserta dari 133 tim di seluruh Indonesia. Mereka bertanding di 26 nomor lomba dari 5 kategori utama. Yakni speed, freestyle, agresif, RX, dan skateboard. Acara tersebut berlangsung selama tiga hari, 1012 Juli 2026.(yun/dan)
Editor : A. Nugroho