JAKARTA, RADAR MALANG – PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mencatatkan lonjakan kinerja keuangan signifikan sepanjang semester I 2026. Emiten produsen rokok raksasa asal Kediri ini membukukan pertumbuhan laba bersih hingga 2.440 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp2,97 triliun, melonjak tajam dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp117,16 miliar. Kinerja cemerlang ini memicu lonjakan harga saham GGRM hingga menyentuh level tertinggi dalam 52 pekan terakhir.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang dirilis di Bursa Efek Indonesia (BEI), lonjakan laba bersih perseroan tetap tercapai di tengah penurunan pendapatan sebesar 7,2 persen menjadi Rp41,18 triliun. Kunci keberhasilan efisiensi margin ini didorong oleh pemangkasan beban pokok penjualan hingga 13,28 persen menjadi Rp35,19 triliun, terutama berkat efisiensi biaya operasional internal dan penurunan beban pita cukai.
Kinerja moncer tersebut direspons positif oleh lantai bursa. Pada perdagangan saham, harga GGRM melesat hingga sempat menyentuh area Rp21.800 per lembar saham, yang merupakan rekor tertinggi baru dalam satu tahun terakhir. Analis pasar modal menilai, pemulihan volume penjualan segmen sigaret kretek tangan (SKT) serta penyesuaian harga jual rata-rata (average selling price) efektif menopang profitabilitas perusahaan.
Penguatan harga saham GGRM turut didorong oleh aksi beli masif investor asing (foreign net buy) yang mencatatkan nilai ratusan miliar rupiah di pasar reguler. Dengan capaian fundamental yang kokoh di separuh pertama tahun ini, para pelaku pasar optimistis korporasi rokok swasta terbesar di Indonesia tersebut mampu mempertahankan tren pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun buku 2026.
Editor : Aditya NovrianSumber : Dikutip dari berbagai sumber