Perak Semakin Dilirik Jadi Alternatif Investasi di Kota Malang

Nahdiatul Affandiah • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:50 WIB
MULAI DILIRIK: Salah satu pegawai menunjukkan koleksi perak di Toko Emas Bulan Purnama Cabang Matos, beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)
MULAI DILIRIK: Salah satu pegawai menunjukkan koleksi perak di Toko Emas Bulan Purnama Cabang Matos, beberapa waktu lalu. (Darmono/Radar Malang)

 MALANG KOTA -RADAR MALANG Fluktuasi harga emas berpengaruh kepada arah investasi. Meski emas masih jadi favorit, masyarakat mulai melirik sektor lain untuk berinvestasi. Salah satunya, menjadikan perak sebagai alternatif.

 Merek paling banyak diburu dari Silver Matahari Terbit atau Perak MT. Yaitu produk murni batangan dengan fine silver 999. Harga per gram cukup terjangkau, mulai dari Rp 53 ribu sampai Rp 75 ribu.

 ”Biasanya banyak yang ambil di bobot 100 gram, harganya Rp 6,4 juta,” ujar Purwanto, Staff Toko Bulan Purnama Cabang Matos. Peningkatan nasabah yang membeli perak sudah terjadi sejak bulan April. Sejak saat itu per bulannya ada peningkatan penjualan hingga 30 persen.

 Perak mulai dilirik karena harganya terjangkau bagi pemula. Ditambah saat ini sebagian besar masyarakat sudah mulai melek teknologi. Selain itu, perak juga menjadi komponen vital industri teknologi yang banyak dicari.

 Namun tetap saja perak memiliki volatilitas atau naik turun harga yang sama ekstrem dengan emas. Hanya saja sejak 2026 ini harganya cenderung stabil sehingga banyak yang beralih ke perak. ”Kalau untuk investasi jangka menengah atau jangka panjang sangat aman,” lanjut Purwanto.

 Kepopuleran perak terletak pada peran gandanya untuk investasi. Saat disimpan, perak bisa menjadi aset pelindung nilai. Di sisi lain, potensi keuntungan juga besar karena fluktuasi harga yang dipengaruhi kebutuhan industri.

 Selain perak batangan, banyak juga pembeli mencari perak butiran atau perak granule. Harganya jauh lebih terjangkau per gram kisaran Rp 54 ribu saja. Untuk pemula biasanya mengambil bobot 10 gram dengan harga Rp 540 ribu saja.

”Perak juga cukup mudah dijual di pasaran,” papar Purwanto. Apalagi untuk perak dengan kemurnian di atas 92,5 persen. Kesediaannya dalam berbagai gramasi juga memudahkan nasabah untuk transaksi perak.

Namun yang perlu diwaspadai adalah sifat kimia perak yang lebih mudah mengalami oksidasi. Akibatnya logam mulia itu bisa menghitam jika terpapar udara lembap dalam waktu lama. (aff/gp)

Editor : Galih R Prasetyo
Emas perak Investasi Kota Malang