Cara Membedakan Beras Fortifikasi Asli dan Palsu, Jangan Sampai Tertipu

Aqila Sahira Dewi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 14:15 WIB
Ilustrasi Beras Fortifikasi (Pinterest)
Ilustrasi Beras Fortifikasi (Pinterest)

RADAR MALANGDi tengah maraknya temuan beras fortifikasi yang diduga palsu, konsumen perlu tahu cara sederhana untuk mengenali produk yang sesuai standar.

Secara fisik, beras fortifikasi asli memang hampir tidak bisa dibedakan dari beras biasa. Itu sebabnya konsumen perlu memperhatikan detail lain di luar tampilannya. Berikut beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan sebelum membeli.

Pertama, perhatikan label kandungan gizi di bagian belakang kemasan, bukan hanya klaim besar di bagian depan. Sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 9372:2025, beras fortifikasi wajib mengandung vitamin B1, asam folat, vitamin B12, zat besi, dan zinc dengan kadar minimal tertentu.

Baca Juga: 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Palsu, Konsumen Rugi hingga Rp89 Triliun

Kedua, cermati harga jualnya. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan harga wajar beras fortifikasi seharusnya berada di kisaran Rp13.500 per kilogram.

"Harga beras fortifikasi dijual ada yang sampai lebih Rp42.000 per kilogram. Setelah kita periksa, tidak memenuhi syarat sebagai beras fortifikasi," ujar Amran dalam keterangan resminya.

Ketiga, perhatikan butiran berasnya secara teliti. Beras fortifikasi asli biasanya memiliki sedikit butiran kernel dengan warna agak lebih putih, opak, atau kekuningan dibandingkan butiran beras pada umumnya.

Keempat, beli dari produsen atau distributor yang sudah terpercaya dan memiliki izin edar resmi. Cara ini dinilai paling efektif karena konsumen sulit menguji kandungan gizi secara mandiri tanpa alat laboratorium.

Kelima, cek apakah merek yang dibeli termasuk dalam daftar 25 merek yang sudah diumumkan Kementan sebagai temuan yang diduga tidak sesuai standar. Daftar ini bisa jadi acuan awal sebelum memutuskan untuk membeli.

Penting diketahui, kasus ini berbeda dengan isu beras plastik yang sempat viral beberapa waktu lalu. Persoalan beras fortifikasi palsu lebih ke arah kandungan gizi yang tidak sesuai dengan label, bukan bahan baku berbahaya seperti plastik.

Baca Juga: Jelang Konser Pita Kita 2026, Ini Cara Membeli Tiket agar Terhindar dari Penipuan

Dengan mengenali ciri-ciri ini, masyarakat diharapkan lebih waspada dan tidak mudah tertipu oleh klaim yang tercantum pada kemasan. Ketelitian sebelum membeli menjadi kunci utama agar kebutuhan gizi keluarga benar-benar terpenuhi.

 

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Diolah dari berbagai sumber
tips konsumen SNI beras Kementan waspada penipuan beras fortifikasi