Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wamentan Bagi-Bagi Bantuan Pertanian

B
PEDULI PETANI: Wamentan RI Sudaryono menyalami para petani yang tergabung dalam HKTI di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan kemarin (17/7).
PEDULI PETANI: Wamentan RI Sudaryono menyalami para petani yang tergabung dalam HKTI di Desa Pandanmulyo, Kecamatan Tajinan kemarin (17/7).

Advertisement

TAJINAN, RADAR MALANG – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono membagikan alat pertanian Desa Pandanmulyo, Tajinan, kemarin (17/7). Penerimanya adalah para petani yang tergabung dalam Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Pantauan di lokasi, Sudaryono tiba di lokasi sekitar pukul 09.36. Dia bersama forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Malang Raya kemudian mengelilingi stan-stan UMKM. Mayoritas UMKM menyuguhkan hasil olahan pertanian dan perkebunan di Kabupaten Malang. Mulai kopi, camilan sale pisang, aneka krupuk, sayuran, hingga bibit padi unggul asal Kabupaten Malang. “Di sini jua ada jagung hibrida,” kata Sudaryono.

Dalam kesempatan itu, pria kelahiran Grobogan, Jawa Tengah juga menanam jagung menggunakan traktor beroda satu. Setelah aksi simbolis penanaman jagung, baru dimulai pembagian 10 unit traktor ke para petani.

Di hadapan petani, Sudaryono mengatakan, masih banyak lagi bantuan Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang akan dibagikan. “Aslinya masih banyak. Bantuan traktor yang di sini hanya seremonial,” katanya. ”Bantuan itu juga terus menerus kami berikan pada petani,” tambahnya.

Dia juga menjanjikan drone pertanian dan traktor ke pada Pemdes Pandanmulyo. Hal itu diharapkan mampu menyedot perhatian milenial agar menekuni bidang pertanian. Selain itu, juga berjanji akan membagikan 25 ribu sepeda motor listrik yang sebelumnya dibeli Badan Gizi Nasional (BGN) dan disita karena kasus korupsi ke petani.

“Rencananya mau didistribusikan untuk guru honorer, penyuluh pertanian, peternakan, dan kelautan di daerah yang sulit,” ucap Sudaryono.

Setelah pembagian alsintan, beberapa petani maju ke depan untuk menyampaikan keluh kesah mereka. Dari lima orang yang maju ke depan, dua berasal dari Kabupaten Malang dan merupakan petani tebu. Salah satu petani tebu, Mahmuda, mengeluhkan akses dari jalan besar ke kebun yang rusak. Petani asal Pagak itu berharap ada perbaikan jalan.(biy/dan)

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Dari Malang, Menteri Pertanian Pastikan Koperasi Merah Putih Jadi Penyalur Tunggal Barang Subsidi

Dari Malang, Menteri Pertanian Pastikan Koperasi Merah Putih Jadi Penyalur Tunggal Barang Subsidi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi penyalur utama barang subsidi pemerintah, mulai pupuk bersubsidi, sembako, hingga komoditas subsidi lainnya.

Dukung Program Kementerian Pertanian, Farmers Field Day Modernisasi Teknologi Tanaman Aneka Kacang

Dukung Program Kementerian Pertanian, Farmers Field Day Modernisasi Teknologi Tanaman Aneka Kacang

Dalam rangka mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mencapai swasembada pangan melalui modernisasi pertanian, maka diseminasi teknologi yang aplikatif dan maju menjadi hal yang sangat krusial.

Begini Cara Hama Tikus-Wereng Memporak-porandakan Pertanian Warga Kabupaten Malang

Begini Cara Hama Tikus-Wereng Memporak-porandakan Pertanian Warga Kabupaten Malang

Serangan hama dan wereng menjadi ancaman serius bagi petani padi di Bumi Kanjuruhan. Imas gangguan tersebut, produktivitas padi merosot drastis.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer