GBS adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh menyerang saraf, sehingga mengakibatkan kelemahan otot. Sedikitnya ada lebih dari 90 kasus GBS telah dicatat di dunia karena infeksi Covid-19 sejak awal pandemi. Namun, tidak diketahui pasti apakah Covid-19 benar-benar menjadi penyebabnya.
Dilansir dari Science Times, Jumat (24/9), Peneliti Bart C Jacobs dari Erasmus MC, University Medical Center Rotterdam, Belanda, mengatakan bahwa berdasarkan laporan Medscape, Covid-19 dapat memicu sindrom Guillain-Barré, meskipun kasusnya terbilang jarang.
Meski pasien Covid-19 belum pasti akan terserang GBS, akan tetapi para peneliti menyebutkan bahwa infeksi Covid-19 dapat memicu GBS pada orang-orang tertentu.
Kondisi pasien yang mengalami GBS umumnya berusia 50 tahun ke atas. Para peneliti mengevaluasi pasien dari 30 Januari hingga 30 Mei 2020, menggunakan koleksi internasional pasien sindrom Guillain-Barre yang dikenal sebagai International GBS Outcome Study (atau IGOS).
Penelitian ini merekrut 49 pasien baru sindrom Guillain-Barre dari Tiongkok, Denmark, Prancis, Yunani, Italia, Belanda, Spanyol, Swiss, dan Inggris. Para peneliti mengatakan 22 persen pasien sindrom Guillain-Barré yang termasuk dalam penelitian ini memiliki infeksi Covid-19 sebelumnya dalam empat bulan pertama pandemi.
Studi tersebut menunjukkan bahwa 73 persen pasien Guillain-Barré dengan infeksi Covid-19 menunjukkan peradangan yang meningkat pada saat masuk ke rumah sakit.
Sumber: JawaPos.com
Editor : Ahmad Yani