Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Meteor Setara 440 Pon TNT Meledak di Atas Langit Vermont, AS

Ahmad Yani • Rabu, 10 Maret 2021 | 00:37 WIB
Ilustrasi meteor saat memasuki atmosfer (Live Science/ist).
Ilustrasi meteor saat memasuki atmosfer (Live Science/ist).
RADAR MALANG - Sebuah meteor jatuh dan melesat di atas langit negara bagian Vermont, AS Minggu sore (7/3). Fenomena alam tersebut menciptakan pertunjukan cahaya yang spektakuler dan menyebabkan ledakan saat material meteor menabrak atmosfer.

Dilansir dari Live Science Selasa (9/3), lintasan ledakan meteor itu melewati atmosfer dan melepaskan ledakan setara dengan 440 pound (200 kilogram) TNT, menunjukkan bahwa meteor tersebut kemungkinan berdiameter 10 pound (4,5 kg) dan 6 inci (15 sentimeter), menurut NASA Meteor Watch.

Batuan luar angkasa tersebut menghantam atmosfer dengan kecepatan sekitar 42.000 mph (68.000 kph). Meteor tersebut muncul di bagian utara Vermont dengan wujud bola api yang terang pada pukul 17:38. EST, sebelum matahari terbenam.

Stasiun berita lokal mengatakan, mereka mendapat panggilan telepon dari seluruh negara bagian setelah kejadian tersebut dan penduduk Vermont menggambarkan situasi tersebut "ledakan keras dan getaran" saat meteor melintas di langit.
"Saya beruntung mendengar dan melihatnya di tepi Sungai Missisquoi di Missisquoi Wildlife Refuge di Swanton, VT, sebelum matahari terbenam," komentar Chris Hrotic, pada postingan NASA tentang insiden tersebut. "Tidak ada ledakan keras seperti yang dilaporkan oleh orang lain, tetapi suara deras yang membuat saya melihat ke atas pada saat yang tepat. Itu sangat cerah dan sangat spektakuler!," lanjutnya.

Berdasarkan catatan saksi mata, NASA memperkirakan bahwa bola api pertama kali muncul 52 mil (84 km) di Mansfield, timur Burlington, kota terbesar di Vermont. Meteor tersebut kemudian bergerak sejauh 33 mil (53 km) timur laut menuju perbatasan Kanada, menghilang 33 mil (53 km) di atas tanah di selatan kota Newport.

Menurut NASA, gelombang kejut tersebut merupakan akibat dari rekahan meteor akibat tekanan atmosfer. Saat potongan seukuran bola bowling dari asteroid induk yang lebih besar bergerak hampir 55 kali kecepatan suara melalui atmosfer, tekanan terbentuk di depannya dan ruang hampa terbentuk di belakangnya. Akhirnya, tekanan dari perbedaan tersebut menyebabkan batu tersebut meledak.

Dalam komentar di postingan Facebook NASA tentang insiden itu, orang-orang mengklaim telah melihat batu itu dari barat Saratoga, New York, utara Quebec, dan timur Watertown, Massachusetts.

Penulis: Talitha Azmi F.
Editor : Ahmad Yani
#ledakan meteor #science #fenomena alam #meteor jatuh