Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Dilempari Batu, Polisi Bangladesh Tembaki Pengunjuk Rasa, Lima Tewas

Ahmad Yani • Minggu, 18 April 2021 | 20:12 WIB
Aksi demo pekerja pembangkit listrik di Bangladesh Tenggara yang berakhir rusuh hingga lima orang tewas Sabtu (17/4).
Aksi demo pekerja pembangkit listrik di Bangladesh Tenggara yang berakhir rusuh hingga lima orang tewas Sabtu (17/4).
RADAR MALANG - Setidaknya lima orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka ketika polisi menembaki para demonstran yang menggelar aksi. Mereka adalah pekerja di pembangkit listrik tenaga batu bara di Bangladesh Tenggara yang menyuarakan aspirasinya Sabtu (17/4).

Dalam aksinya, mereka memprotes gaji yang belum dibayar, jam kerja dan dugaan diskriminasi. Azizul Islam, kepala polisi Banshkhali mengataka, ada sekitar 2.000 pengunjuk rasa yang turun ke jalan. Mereka melemparkan batu dan batu bata ke polisi yang menanggapinya dengan berondongan tembakan seperti dilansir Al Jazeera Minggu (18/4).

”Empat mayat dengan luka tembak dibawa ke rumah sakit utama Banshkhali,” kata seorang dokter di sana. Selain itu ada 12 orang yang terluka juga sedang dirawat.

Polisi mengkonfirmasi kematian satu pengunjuk rasa lagi dan luka-luka sebanyak 19 orang, termasuk tiga polisi, yang dibawa ke rumah sakit di Chittagong.

Pembangkit listrik senilai 2,4 miliar USD yang terletak 265 km (165 mil) tenggara ibu kota, Dhaka, adalah sumber utama investasi asing di Bangladesh. Ini juga salah satu dari serangkaian proyek yang didorong oleh Beijing untuk membina hubungan yang lebih dekat dengan Dhaka.

Aktivis HAM mengatakan pabrik tersebut tidak memenuhi standar dampak lingkungan dan dibangun tanpa konsultasi publik dan hal tersebut telah menjadi pusat protes mematikan lainnya dalam beberapa tahun terakhir.

Penulis: Talitha Azmi F.
Editor : Ahmad Yani
#tuntut hak #pembangkit listrik #korban tewas #Bangladesh #demo maut